Sempat Membantah, PM Inggris Akui Dapat Saham Perusahaan Offshore Ayahnya

Panama Papers

Sempat Membantah, PM Inggris Akui Dapat Saham Perusahaan Offshore Ayahnya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 09:54 WIB
Sempat Membantah, PM Inggris Akui Dapat Saham Perusahaan Offshore Ayahnya
David Cameron (REUTERS/Dan Kitwood/Pool)
London - Perdana Menteri Inggris David Cameron akhirnya mengakui pernah mendapat bagian saham dari perusahaan offshore mendiang ayahnya. Pengakuan ini disampaikan setelah PM Cameron beberapa kali membantah dapat keuntungan dari perusahaan mendiang ayahnya.

Dalam wawancara khusus dengan media Inggris, ITV News, seperti dilansir Reuters, Jumat (8/4/2016), PM Cameron mengakui dirinya memiliki saham dalam perusahaan offshore bernama Blairmore, yang didirikan dengan bantuan firma hukum Mossack Fonseca. Bocoran dokumen Mossack Fonseca itu yang disebut sebagai Panama Papers, dianalisis oleh ratusan jurnalis dunia yang tergabung dalam The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Baca juga: Geger Panama Papers, Ini Kata Edward Snowden

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen itu mengungkapkan pendirian perusahaan offshore di wilayah bebas pajak. Dalam pernyataannya, PM Cameron mengaku telah menjual seluruh sahamnya itu pada tahun 2010, atau selang empat bulan sebelum dirinya menjabat PM Inggris. PM Cameron mulai menjabat sejak Mei 2010 lalu.

"Kami memiliki 5 ribu unit di Blairmore Investment Trust, yang sudah kami jual pada Januari 2010. Itu bernilai sekitar 30 ribu poundsterling. Saya menjual semuanya pada tahun 2010, karena saya akan menjadi perdana menteri, saya tidak ingin orang-orang berpikir saya punya agenda lain," tutur PM Cameron.

"Saya membayar pajak pendapatan untuk dividennya. Ada profit, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari besaran pengurangan pajak jadi saya tidak membayar pajak keuntungan modal," imbuhnya.

Baca juga: Aljazair Geram, Media Prancis Salah Sebut Presidennya Soal Panama Papers

Menurut laporan Guardian yang ikut meneliti Panama Papers, saham yang dimiliki PM Cameron dibeli pada tahun 1997 dengan harga 12.497 poundsterling dan dijual pada Januari 2010 dengan harga 31.500 poundsterling. Dengan demikian, PM Cameron mendapat profit 19.003 poundsterling, lebih sedikit 300 poundsterling dari besaran pengurangan pajak.

Panama Papers mengungkapkan bagaimana mendiang Ian Cameron menjalankan perusahaan offshore yang menghindari membayar pajak di Inggris, dengan memperkerjakan sejumlah warga Bahama untuk menandatangani kertas kerjanya. Disebutkan The Guardian dalam analisisnya, dalam sejarah 30 tahun perusahaan itu berdiri, Blairmore tidak pernah membayar pajak di Inggris atas setiap keuntungan mereka. Praktik menghindari pajak atau praktik keuangan lainnya yang diungkap Panama Papers, tegas The Guardian, belum tentu ilegal.

Baca juga: Ayahnya Terjerat Dokumen Panama, PM Cameron Tegaskan Dirinya Tak Terlibat

Sepanjang minggu ini, sejak Panama Papers dirilis pada Senin (4/4), kantor PM Inggris atau Downing Street telah memberikan empat keterangan. Pertama, Downing Street menyebut persoalan ini sebagai persoalan pribadi. Kedua, mereka menyatakan PM Cameron tidak memiliki saham dari perusahaan offshore. Ketiga, Downing Street menyatakan PM Cameron, istri dan anak-anaknya tidak mendapat keuntungan dari perusahaan offshore.

Pernyataan keempat menyebut PM Cameron tidak akan lagi mendapat keuntungan dari perusahaan offshore mendiang ayahnya di masa depan.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini