Dalam wawancara khusus dengan media Inggris, ITV News, seperti dilansir Reuters, Jumat (8/4/2016), PM Cameron mengakui dirinya memiliki saham dalam perusahaan offshore bernama Blairmore, yang didirikan dengan bantuan firma hukum Mossack Fonseca. Bocoran dokumen Mossack Fonseca itu yang disebut sebagai Panama Papers, dianalisis oleh ratusan jurnalis dunia yang tergabung dalam The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).
Baca juga: Geger Panama Papers, Ini Kata Edward Snowden
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memiliki 5 ribu unit di Blairmore Investment Trust, yang sudah kami jual pada Januari 2010. Itu bernilai sekitar 30 ribu poundsterling. Saya menjual semuanya pada tahun 2010, karena saya akan menjadi perdana menteri, saya tidak ingin orang-orang berpikir saya punya agenda lain," tutur PM Cameron.
"Saya membayar pajak pendapatan untuk dividennya. Ada profit, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari besaran pengurangan pajak jadi saya tidak membayar pajak keuntungan modal," imbuhnya.
Baca juga: Aljazair Geram, Media Prancis Salah Sebut Presidennya Soal Panama Papers
Menurut laporan Guardian yang ikut meneliti Panama Papers, saham yang dimiliki PM Cameron dibeli pada tahun 1997 dengan harga 12.497 poundsterling dan dijual pada Januari 2010 dengan harga 31.500 poundsterling. Dengan demikian, PM Cameron mendapat profit 19.003 poundsterling, lebih sedikit 300 poundsterling dari besaran pengurangan pajak.
Panama Papers mengungkapkan bagaimana mendiang Ian Cameron menjalankan perusahaan offshore yang menghindari membayar pajak di Inggris, dengan memperkerjakan sejumlah warga Bahama untuk menandatangani kertas kerjanya. Disebutkan The Guardian dalam analisisnya, dalam sejarah 30 tahun perusahaan itu berdiri, Blairmore tidak pernah membayar pajak di Inggris atas setiap keuntungan mereka. Praktik menghindari pajak atau praktik keuangan lainnya yang diungkap Panama Papers, tegas The Guardian, belum tentu ilegal.
Baca juga: Ayahnya Terjerat Dokumen Panama, PM Cameron Tegaskan Dirinya Tak Terlibat
Sepanjang minggu ini, sejak Panama Papers dirilis pada Senin (4/4), kantor PM Inggris atau Downing Street telah memberikan empat keterangan. Pertama, Downing Street menyebut persoalan ini sebagai persoalan pribadi. Kedua, mereka menyatakan PM Cameron tidak memiliki saham dari perusahaan offshore. Ketiga, Downing Street menyatakan PM Cameron, istri dan anak-anaknya tidak mendapat keuntungan dari perusahaan offshore.
Pernyataan keempat menyebut PM Cameron tidak akan lagi mendapat keuntungan dari perusahaan offshore mendiang ayahnya di masa depan.
(nvc/ita)










































