Heboh Panama Papers, Pemerintah Islandia Tunjuk PM Baru

Heboh Panama Papers, Pemerintah Islandia Tunjuk PM Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 11:39 WIB
Heboh Panama Papers, Pemerintah Islandia Tunjuk PM Baru
Sigurdur Ingi Johannsson (REUTERS/Sigtryggur Johannsson)
Reykjavik - Pemerintah Islandia menunjuk perdana menteri baru selang sehari setelah Sigmundur David Gunnlaugsson mundur karena terseret Panama Papers. Pemerintah juga menyerukan digelarnya pemilihan umum lebih awal.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (7/4/2016), Menteri Perikanan Sigurdur Ingi Johannsson telah ditunjuk menjadi PM Islandia yang baru. Gunnlaugsson mengundurkan diri sebagai PM pada Selasa (5/4) waktu setempat, setelah Panama Papers membeberkan bahwa istrinya memiliki sebuah perusahaan offshore yang disembunyikan dengan aset jutaan dolar AS.

Baca juga: PM Islandia Mengundurkan Diri Terkait Dokumen Panama

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Islandia menyatakan keputusan untuk menggelar pemilu lebih awal pada musim gugur tahun ini, diharapkan bisa memberikan cukup waktu untuk menindaklanjuti perubahan kebijakan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan itu, yakni diakhirinya kendali kapital demi menyelamatkan perekonomian dari krisis finansial tahun 2008.

Johannsson yang pernah menjabat Menteri Pertanian Islandia ini menyatakan, pemerintah akan berusaha keras mencapai target-target yang telah ditetapkan selama tiga tahun terakhir.

Kelompok oposisi berupaya memaksakan pemilu baru dengan mosi tidak percaya kepada pemerintah, namun ini akan memicu perubahan politik radikal.

Tidak diketahui pasti apakah keputusan menunjuk PM baru dan menyerukan pemilu awal ini akan memuaskan ribuan warga Islandia, yang selama beberapa hari menggelar unjuk rasa di luar gedung parlemen setempat. Demonstran bahkan melempari gedung parlemen dengan yoghurt dan telur.

Baca juga: Geger Panama Papers, Ini Kata Edward Snowden

Islandia berjuang keras untuk pulih dari krisis tahun 2008 yang memicu unjuk rasa besar-besaran, bubarnya pemerintahan dan dipenjaranya banyak bankir. Hingga kini masih banyak warga Islandia yang sulit percaya pada pemimpin mereka.

"Saya ada di sini untuk banyak alasan. Untuk memprotes arogansi pemerintah secara keseluruhan maupun dalam sistem finansial yang hancur di Islandia -- ditambah munculnya sejumlah nama tokoh Islandia dalam Panama Papers," sebut salah satu demonstran, Jon Thor Ollafsson.

"Saya merasa seperti sedang menonton acara langsung House of Cards," tutur demonstran lainnya, Erla Gisladottir (32), merujuk pada serial televisi soal intrik politik.

Sigmundur David Gunnlaugsson (REUTERS/Bertil Enevag Ericson/Scanpix/Files)


(nvc/ita)


Berita Terkait