Sebuah kapal feri kecil Turki, Lesvos dan sebuah kapal yang lebih besar, Nezli Jale meninggalkan pulau Lesbos hari ini dengan mengangkut 131 migran, kebanyakan dari Pakistan dan Bangladesh. Demikian disampaikan badan perbatasan Uni Eropa, Frontex yang mengawal para migran tersebut ke Turki.
"Prosedurnya sangat tenang, semuanya berjalan tertib," ujar juru bicara Frontex, Ewa Moncure kepada para wartawan di pelabuhan Lesbos seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (4/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengiriman para migran ini sesuai kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki yang ditandatangani pada 18 Maret lalu. Kesepakatan kontroversial ini bertujuan mencegah para pengungsi mencapai Eropa dengan melintasi laut dari Turki ke pulau-pulau Yunani.
Sesuai kesepakatan tersebut, semua pengungsi yang masuk ke pulau-pulau Yunani akan dikirim kembali ke Turki, jika mereka gagal mengajukan permohonan suaka atau jika klaim mereka ditolak.
Sebagai imbalannya, Uni Eropa akan mengambil ribuan pengungsi Suriah langsung dari Turki, yang merupakan rumah bagi tiga juta pengungsi Suriah, dan memberikan bantuan keuangan bagi pemerintah Turki, bebas visa perjalanan ke negara-negara Eropa, dan keanggotaan di Uni Eropa.
Badan urusan pengungsi PBB, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan kelompok-kelompok HAM menyebut kesepakatan tersebut tidak memenuhi aspek legal.
Kelompok HAM, Amnesty International bahkan menyebutnya sebagai "pukulan bersejarah bagi HAM". (ita/ita)











































