Seperti dilansir International Business Times, Selasa (29/3/2016), pastur Thomas Uzhunnalil yang berasal dari India ini dilaporkan diculik ISIS pada 4 Maret lalu. Saat itu, Uzhunnalil ditugaskan di rumah jompo yang dikelola oleh Yayasan Amal Misionaris Bunda Teresa di Yaman.
Penyerbuan di rumah jompo Katolik itu sendiri menewaskan 16 biarawati dan perawat. Juru bicara yayasan tersebut, Sunita Kumar, menyebut sang pastur diborgol dan dibawa kabur oleh penyerang rumah jompo yang ada di wilayah Aden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar kematian pastur Uzhunnalil ini pertama dikonfirmasi oleh Kardinal Christoph Schonborn dari Wina, Austria dalam khotbah Paskahnya. Kardinal merupakan pejabat tinggi Vatikan yang diangkat oleh Paus.
Secara terpisah usai khotbah tersebut, pihak keuskupan Wina menyatakan pernyataan Kardinal Christoph soal penyaliban Pastur Uzhunnalil itu belum dipastikan kebenarannya.
"Kardinal hanya mendasarkan pernyataannya pada berita yang dirilis situs berita berbahasa Arab. Validitas informasi ini, bagaimanapun juga, belum terkonfirmasi," tutur kepala hubungan media pada keuskupan Wina, Michael Pruller, seperti dilaporkan Inggris, Mirror.
(nvc/ita)











































