Dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (26/3/2016), kantor jaksa federal Belgia menjelaskan proses interogasi Abdeslam yang ditangkap 18 Maret lalu. Jaksa menyebut baru bisa menginterogasi Abdeslam sehari setelahnya, pada Sabtu (19/3), karena Abdeslam mengalami luka-luka saat ditangkap sehingga membutuhkan perawatan medis.
Awalnya penyidik bertanya soal poin penting terkait penyelidikan teror Paris pada November 2015 lalu, yang menewaskan 130 orang. Abdeslam yang saudara laki-lakinya tewas meledakkan diri dalam teror Paris, diketahui berada di ibukota Prancis saat malam serangan terjadi pada 13 November 2015. Abdeslam menjadi tersangka terorisme pertama yang ditangkap terkait teror Paris.
Para penyidik mulai menginterogasi Abdeslam pada Sabtu (19/3), selama beberapa jam sebanyak dua kali. Dalam babak pertama yang berlangsung 2 jam, penyidik menanyai Abdeslam soal rincian teror Paris. Dalam babak kedua pada hari yang sama, penyidik menanyainya soal rincian penangkapannya. Dalam dua babak itu, Abdeslam masih bersedia menjawab pertanyaan penyidik.
Baca juga: Salah Abdeslam Ikut Rencanakan Serangan Bom Brussels?
Kemudian saat membahas "Perintah Penangkapan Eropa" (European Arrest Warrant) yang dirilis oleh otoritas Prancis yang meminta Abdeslam diekstradisi ke Prancis, Abdeslam yang sebelumnya enggan diekstradisi, akhirnya berubah pikiran. Setelah itu, Abdeslam tak mau lagi menjawab pertanyaan penyidik.
"Tapi dalam sesi-sesi terakhir, Abdeslam mengajukan permohonan atas haknya untuk tetap diam dan enggan berkomentar lagi," sebut kantor jaksa federal Belgia dalam keterangannya.
Salah Abdeslam (REUTERS/POLICE NATIONALE/HANDOUT VIA REUTERS) |
Penyidik kembali menemui Abdeslam pada Selasa (22/3), segera setelah ledakan mengguncang bandara Brussels dan stasiun kereta Maelbeek. Saat itu, Abdeslam sama sekali enggan mengomentari ledakan yang menewaskan 31 orang dan melukai 300 orang lainnya.
"Dia (Abdeslam) menolak untuk memberikan pernyataan sedikitpun," sebut kantor jaksa federal Belgia.
Di hadapan parlemen Belgia, Menteri Kehakiman Koen Geens menyatakan Abdeslam enggan bekerja sama dengan polisi. "Jaksa federal telah memberitahu saya bahwa Salah Abdeslam tidak mau lagi memberi keterangan sejak serangan di (bandara) Zaventem dan stasiun metro Brussels," ucapnya.
Baca juga: Abdeslam Pelaku Serangan Paris Tak Menolak Ekstradisi
(nvc/tor)












































Salah Abdeslam (REUTERS/POLICE NATIONALE/HANDOUT VIA REUTERS)