"Jepang meminta secara tegas agar Korea Utara untuk menahan diri dan Jepang akan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti peringatan dan aktivitas pengintaian, untuk mengantisipasi situasi apapun yang terjadi," tegas Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, kepada parlemen seperti dilansir Reuters, Jumat (18/3/2016).
Di hadapan parlemen, PM Abe menyebut peluncuran rudal balistik oleh Korut itu sangat problematik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut meluncurkan rudal balistik dari suatu lokasi dekat Pyongyang pada Jumat (18/3) pagi waktu setempat. Rudal yang diluncurkan Korut ini diyakini sebagai rudal jarak menengah Rodong, dengan jangkauan maksimum 1.300 kilometer dan mampu mencapai wilayah Jepang.
Nota protes dilayangkan melalui Kedutaan Besar Jepang di Beijing karena Jepang tidak memiliki institusi diplomasi di Korut. Hubungan Jepang dan Korut telah memburuk sejak lama.
Pernyataan protes Jepang terhadap Korut ini merupakan yang kesekian kali, karena negara komunis itu cukup sering melakukan peluncuran rudal saat masa-masa penuh ketegangan di Semenanjung Korea. Korut juga terkadang melakukan uji coba rudal ketika didesak membatasi atau meninggalkan program nuklirnya.
Uji coba nuklir keempat Korut pada 6 Januari dan uji coba rudal jarak jauh pada 7 Februari lalu, memicu sanksi baru Dewan Keamanan PBB. Namun Korut menegaskan pihaknya tidak terikat dengan resolusi maupun sanksi PBB.
Baca juga: Obama Jatuhkan Sanksi Baru untuk Korut Usai Uji Coba Nuklir
(nvc/ita)










































