Kanada Sediakan 7.500 Komputer untuk Bantu Keterampilan Pengungsi Suriah

Kanada Sediakan 7.500 Komputer untuk Bantu Keterampilan Pengungsi Suriah

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 15 Mar 2016 05:14 WIB
Kanada Sediakan 7.500 Komputer untuk Bantu Keterampilan Pengungsi Suriah
Foto: Getty Images
Ottawa - Sebanyak 7.500 komputer disediakan oleh Pemerintah Kanada untuk para pengungsi Suriah. Komputer yang berada di sekolah, diperbarui dan diharapkan dapat membantu dalam pelatihan keterampilan bagi mereka.

Dilansir AFP, Selasa (15/3/2016), komputer yang akan didistribusikan melalui program sekolah ini dapat membantu mereka yang mungkin tidak memiliki pengetahuan teknologi. Selain itu juga untuk membantu mereka yang tidak mempunyai kesempatan belajar keterampilan digital.

"Dengan tanpa biaya mereka para pengungsi bisa memanfaatkan fasilitas teknologi melalui program sekolah," tulis Pemerintah Kanada dalam sebuah pernyataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Kanada juga menerima tablet senilai Can$ 1.250.000 dari mitra programnya yaitu Microsoft dan Facebook. Keduanya juga akan memberikan layanan gratis kepada pengungsi.

"Menyediakan teknologi dan memberikan pelatihan kepada pengungsi Suriah akan sangat berarti karena mereka akan berintegrasi ke dalam masyarakat dimana pengetahuan komputer sangat penting," kata Menteri Ilmu Kanada Navdeep Bains.

Pemerintah Kanada telah memenuhi target yang ditetapkannya untuk menerima 25 ribu pengungsi Suriah yang lari dari perang saudara di negeri mereka. Ini berarti janji kampanye Perdana Menteri Justin Trudeau terpenuhi.

"25.000 alasan mengapa warga Kanada harus bangga hari ini #WelcomeRefugees," demikian postingan Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan John McCallum lewat akun Twitternya, usai pesawat carter yang mengangkut para pengungsi tiba di Montreal, Kanada, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (29/2/2016).

Sebelumnya, Trudeau membuat janji kampanye untuk membawa masuk 25.000 pengungsi Suriah dari Libanon, Yordania dan Turki sebelum akhir 2015. Namun pemerintahan Liberalnya mengundur tenggat waktu selama dua bulan setelah dilantik menyusul pemilihan pada Oktober 2015 lalu. (yds/dhn)


Berita Terkait