Seperti dilansir PressTV, Jumat (26/2/2016), pemungutan suara dimulai sejak pukul 08.00 waktu setempat dan akan ditutup pukul 18.00 waktu setempat. Namun waktu pemungutan suara bisa diperpanjang jika dirasa perlu oleh otoritas pemilihan setempat. Pada jam-jam awal, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei datang ke tempat pemungutan suara di Teheran untuk menggunakan hak suaranya.
Ayatollah Seyyed Ali Khamenei (REUTERS/leader.ir/Handout via Reuters) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musuh kita terus mengawasi Iran dengan jeli. Warga disarankan untuk memilih dengan bijaksana dan melihat ke depan dan untuk mengecewakan para musuh," imbuh Khamenei.
Warga Iran mengantre untuk menggunakan hak suara (REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA) |
Presiden Iran Hassan Rouhani juga termasuk orang pertama yang menggunakan hak suaranya. Dia melakukan pemungutan suara di Kementerian Dalam Negeri Iran di Teheran. Rouhani menyebut pemilihan umum ini menjadi simbol kedaulatan nasional dan kemerdekaan Iran.
Lebih lanjut, Rouhani menyebut partisipasi politik dari rakyat berarti kepercayaan pada pembangunan. "Saya yakin bangsa Iran akan menciptakan kehebatan lainnya pada momen penting ini," tegas Rouhani.
Warga melihat daftar nama kandidat yang akan mereka pilih (REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA) |
Pemilihan ini merupakan yang pertama digelar sejak tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara Barat. Ketua Komisi Pemilihan pada Kementerian Dalam Negeri Iran, Mohammad Hossein Moqimi, menyebut ada sekitar 4.844 kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen kali ini, termasuk 500 kandidat wanita.
Di ibukota Teheran, sebanyak 1.000 kandidat berkompetisi untuk menempati 30 kursi parlemen. Lima kursi di antaranya disediakan untuk kelompok minoritas yang diakui Konstitusi Iran seperti Yahudi, Kristen dan Zoroastrian, salah satu agama tertua di dunia yang ada di Iran. Para anggota parlemen Iran akan menjabat selama 4 tahun ke depan. Pemilihan hari Jumat (26/2) ini juga memilih 88 tokoh keagamaan senior untuk Dewan Pakar, yang bertugas menunjuk pemimpin tertinggi Iran dan mengawasi kinerjanya.
(nvc/ita)











































Ayatollah Seyyed Ali Khamenei (REUTERS/leader.ir/Handout via Reuters)
Warga Iran mengantre untuk menggunakan hak suara (REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA)
Warga melihat daftar nama kandidat yang akan mereka pilih (REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA)