"Mereka (Saudi) memberikan klaim semacam itu, tapi saya pikir mereka tidak cukup berani untuk melakukan hal itu," ucap Komandan Garda Revolusioner Iran, Mohammad Ali Jafari kepada kantor berita Fars dan dilansir Reuters, Sabtu (6/2/2016).
"Bahkan jika mereka mengirimkan tentara, mereka sudah pasti akan kalah ... itu sama saja dengan bunuh diri," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan ini, Saudi menyatakan militernya siap bergabung dalam operasi darat di Suriah jika koalisi pimpinan Amerika Serikat memutuskan untuk melakukannya. Niat Saudi ini mendapat sambutan positif dari pihak AS.
Baca juga: Arab Saudi Siap Ikut Operasi Darat Melawan ISIS di Suriah
Iran sendiri telah mengirimkan pasukan militernya ke Suriah, untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik yang sudah berlangsung sejak 2011. Iran sendiri memposisikan diri sebagai sekutu Assad. Selain Iran, ada Rusia yang juga membantu rezim Assad melalui serangan udaranya di Suriah.
Sedangkan koalisi pimpinan AS, di mana Saudi tergabung, mendukung pemberontak dan oposisi yang bertempur melawan Assad. AS dan sekutunya berulang kali menyerukan agar Assad mundur dari jabatannya agar konflik Suriah berakhir.
Baca juga: Perangi ISIS di Suriah, AS Sambut Kesiapan Arab Saudi Kerahkan Tentara
(nvc/trw)











































