Perangi ISIS di Suriah, AS Sambut Kesiapan Arab Saudi Kerahkan Tentara

Perangi ISIS di Suriah, AS Sambut Kesiapan Arab Saudi Kerahkan Tentara

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 12:47 WIB
Perangi ISIS di Suriah, AS Sambut Kesiapan Arab Saudi Kerahkan Tentara
Ash Carter (REUTERS/Senior Master Sgt. Adrian Cadiz/Department of Defense/Handout)
Nevada - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter menyambut baik tawaran Arab Saudi untuk ikut serta dalam operasi darat di Suriah. Carter menyebut, hal ini akan mempermudah AS dalam meningkatkan serangan terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Kabar semacam ini sangat disambut baik," tutur Carter kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Pangkalan Udara Nellis di Nevada, seperti dilansir Reuters, Jumat (5/2/2016).

Sebelumnya, melalui penasihat pertahanannya, Saudi menyatakan kesiapan untuk ikut serta dalam operasi darat koalisi pimpinan AS melawan ISIS di Suriah. Saudi selama ini bergabung dalam serangan udara melawan ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Carter berharap bisa membahas tawaran itu dengan Menteri Pertahanan Saudi di Brussels, Belgia pekan depan. Dia menyebut, Saudi sebelumnya sudah mengindikasikan keinginan untuk terlibat lebih banyak dalam pertempuran melawan ISIS.

Contohnya, lanjut Carter, pejabat-pejabat Saudi mengatakan mereka akan membantu menggerakkan negara-negara muslim untuk ikut dalam koalisi AS melawan ISIS. Ditambahkan Carter, dirinya akan memanfaatkan pertemuan pekan depan di Brussels untuk menjaring dukungan lebih luas demi meningkatkan pertempuran terhadap ISIS.

Baca juga: Arab Saudi Siap Ikut Operasi Darat Melawan ISIS di Suriah
Sejak tahun 2014, tercatat militer AS telah melancarkan sekitar 9.800 serangan udara di wilayah Irak dan juga Suriah. Pada Januari lalu, Menhan Carter sempat menyebut ada beberapa negara anggota koalisi yang tidak melakukan banyak hal untuk membantu mengalahkan ISIS.

Militer Saudi sendiri melancarkan banyak serangan udara terhadap ISIS di Suriah. Namun disebut-sebut serangan itu berkurang ketika koalisi pimpinan Saudi mulai menyerang pemberontak Houthi di Yaman. Terkait hal itu, otoritas Saudi menyatakan, operasi terhadap ISIS di Suriah tidak berhenti dengan adanya operasi militer Saudi di Yaman.

Selain Saudi, Uni Emirat Arab pada November 2015 lalu juga telah menyatakan kesiapan ikut serta dalam operasi darat melawan ISIS di Suriah.

(nvc/ita)


Berita Terkait