Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/2/2016), militer Libanon menyatakan telah melancarkan operasi khusus terhadap sel teroris yang merencanakan serangan terhadap pos-pos militer dan melakukan penculikan di wilayah Arsal.
Unit militer lainnya menyerbu sebuah rumah sakit yang diyakini dikelola oleh ISIS di wilayah yang sama. Dari penyerbuan itu, sekitar 16 militan berhasil ditangkap, termasuk seorang pria bernama Ahmad Noun yang disebut sebagai teroris berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa awalnya ada 27 orang yang ditahan, namun kemudian 11 orang dilepaskan setelah dinyatakan tidak terkait sel teroris tersebut.
Militan Nusra Front dan juga ISIS biasa melakukan serangan ke wilayah Arsal dari perbukitan di luar kota tersebut. Militan itu pernah menduduki kota Arsal untuk sementara waktu pada tahun 2014 lalu, sebelum akhirnya mundur kembali ke wilayah perbukitan setelah bentrok dengan tentara Libanon.
Kendati demikian, kedua militan itu tetap memiliki pengaruh kuat di kota Arsal, yang menjadi lokasi pengungsian ribuan warga Suriah. Beberapa pengungsi menyebut, anggota militan itu terkadang menyerbu kota pada malam hari untuk mengancam atau membunuh orang-orang yang menentang mereka.
(nvc/fjp)










































