Kepala staf badan kepolisian Uni Eropa, Europol, Brian Donald, mengatakan pada surat kabar Inggris, The Observer seperti dilansir Press TV, Rabu (3/2/2016), anak-anak tersebut hilang setelah didata oleh otoritas negara.
"Bukan tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa kami sedang mencari lebih dari 10.000 anak-anak," ujar Donald. Ditambahkannya, dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 anak telah hilang di Italia sendiri, sementara 1.000 anak lainnya hilang di Swedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada penjara-penjara di Jerman dan Hungaria di mana sebagian besar orang-orang yang ditangkap dan ditempatkan di sana terkait dengan aktivitas kriminal seputar krisis migran," imbuh Donald.
isebutkannya, ada bukti-bukti yang menunjukkan kaitan antara sindikat penyelundupan yang memindahkan orang-orang ke Eropa dan geng-geng perdagangan manusia yang memanfaatkan para pencari suaka untuk seks dan perbudakan.
(ita/ita)











































