Seperti dilansir PressTV, Jumat (29/1/2016), Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel mengumumkan pengetatan aturan itu pada Kamis (28/1) waktu setempat. Jerman juga melarang para pencari suaka, yang telah dikabulkan perlindungan suakanya, untuk membawa serta keluarga mereka dalam waktu dua tahun setelahnya.
Baca juga: Swedia Akan Usir 80 Ribu Migran Usai Pembunuhan oleh Pencari Suaka
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Gabriel, pengetatan aturan itu dimaksudkan untuk mencegah orang-orang masuk ke wilayah Jerman secara ilegal. Ke depannya, otoritas Jerman berencana untuk menampung para pengungsi Suriah langsung dari kamp mereka di Libanon dan Yordania.
Membludaknya migran yang bergerak ke negara-negara Eropa memicu krisis imigran terburuk yang pernah dialami benua Eropa sejak Perang Dunia II. Bahkan mengancam pencabutan zona bebas paspor atau zona Schengen yang berlaku di sebanyak 26 negara anggota Uni Eropa.
Baca juga: Finlandia Akan Usir 20 Ribu Pencari Suaka
Secara terpisah, pada Kamis (28/1), otoritas Finlandia mengumumkan rencananya mendeportasi sekitar dua pertiga dari total 32 ribu pencari suaka yang masuk ke negara tersebut sepanjang tahun 2015.
Sehari sebelumnya, atau pada Rabu (27/1), otoritas Swedia juga mengumumkan pengusiran 80 ribu pengungsi. Pengusiran ini diumumkan setelah penikaman fatal yang dilakukan seorang pencari suaka pada Senin (25/1) lalu.
(nvc/ita)











































