"Kita bicara tentang sekitar 60.000 orang namun angkanya bisa menanjak hingga 80.000," ujar Menteri Dalam Negeri Swedia Anders Ygeman seperti dikutip media-media setempat dan dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/1/2016).
Dikatakan Ygeman, pemerintah telah meminta polisi dan otoritas yang menangani migran untuk mengatur pengusiran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Swedia yang berpenduduk sekitar 9,8 juta jiwa, merupakan salah satu negara Uni Eropa yang telah menerima pengungsi dalam jumlah terbesar dibandingkan populasinya. Tahun 2015 lalu, Swedia menerima lebih dari 160 ribu pencari suaka.
Menurut Ygeman, pengusiran yang biasanya digunakan dengan menggunakan penerbangan komersil, kali ini akan dilakukan dengan menggunakan pesawat carteran. Ini dilakukan mengingat besarnya jumlah migran yang harus dipulangkan.
Langkah pengusiran ini diumumkan setelah insiden penikaman fatal yang dilakukan seorang pencari suaka pada Senin, 25 Januari waktu setempat. Dalam kejadian itu, seorang pemuda menusuk hingga tewas seorang perempuan muda yang bekerja di pusat pengungsi di Molndal, dekat kota Gothenburg. Korban adalah Alexandra Mezher yang berumur 22 tahun.
Hingga saat ini motif pembunuhan itu belum diketahui. Atas insiden tersebut, otoritas Swedia meningkatkan pengamanan di pusat-pusat pencari suaka. (ita/ita)










































