Gubernur provinsi Homs, Talal Barazi mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/1/2016), dua pelaku bom bunuh diri itu awalnya berada dalam sebuah mobil. Salah satunya kemudian keluar lebih dulu dari mobil, sebelum pelaku lainnya meledakkan bahan peledaknya di dalam mobil.
Dikatakan Brazi, saat kekacauan akibat ledakan bom pertama, pelaku kedua meledakkan bomnya.
Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, setidaknya 22 orang tewas dalam insiden itu, termasuk di antaranya 13 tentara Suriah. Kepala Observatory Rami Abdel Rahman mengatakan, pelaku bom kedua mengenakan seragam militer.
Distrik Al-Zahraa di Homs tersebut telah beberapa kali menjadi target serangan-serangan bom. Termasuk pada akhir Desember 2015, ketika 19 orang tewas dalam ledakan beruntun. (ita/ita)











































