Gubernur provinsi Homs, Talal Barazi mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/1/2016), dua pelaku bom bunuh diri itu awalnya berada dalam sebuah mobil. Salah satunya kemudian keluar lebih dulu dari mobil, sebelum pelaku lainnya meledakkan bahan peledaknya di dalam mobil.
Dikatakan Brazi, saat kekacauan akibat ledakan bom pertama, pelaku kedua meledakkan bomnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Distrik Al-Zahraa di Homs tersebut telah beberapa kali menjadi target serangan-serangan bom. Termasuk pada akhir Desember 2015, ketika 19 orang tewas dalam ledakan beruntun. (ita/ita)











































