Menjelang pemilu kaukus Iowa yang akan digelar dalam waktu dekat, Obama sebagai Presiden AS yang masih aktif menjabat, menghindari komentar yang menjatuhkan bakal capres Demokrat lainnya, Bernie Sanders. Namun pujian yang dilontarkan Obama untuk Hillary dianggap sedikit berlebihan.
"Dia luar biasa berpengalaman -- dan Anda tahu, sangat cerdas dan mengetahui politik luar dan dalam," puji Obama untuk Hillary dalam wawancara dengan media Politico dan dilansir AFP, Selasa (26/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary menjadi kandidat yang paling dijagokan memenangkan pencapresan Partai Demokrat. Namun Hillary sejak lama berjuang untuk menggerakkan massa dalam jumlah besar dalam kampanyenya atau membangkitkan semangat partainya sendiri. Obama berhasil memanfaatkan kelemahan Hillary ini dan meraup kemenangan dalam pemilihan calon presiden dari Partai Demokrat tahun 2008 lalu.
Untuk saat ini, Hillary masih dalam posisi yang sama kuat secara statistik dengan Sanders. Sebagai bakal capres Demokrat, Sanders yang cenderung fokus pada isu ekonomi ini, dianggap sebagai sosok yang tidak begitu berpengetahuan luas. Namun Obama merasa tidak perlu memberikan nasihat untuknya.
"Jelas dia tahu apa yang dikerjakannya," ucap Obama, sembari menambahkan bahwa seorang presiden tidak bisa hanya fokus pada satu hal saja.
Pemilu awal yang dimulai dengan kaukus Iowa akan digelar 1 Februari mendatang, yang kemudian diikuti oleh wilayah lain pada waktu yang telah ditentukan. Pemilu awal ini dimaksudkan untuk menentukan kandidat yang akan mewakili masing-masing partai dalam pemilu November mendatang. Jika Hillary diunggulkan untuk Partai Demokrat, nama Donald Trump semakin memuncak dalam sejumlah survei terbaru dan terus mendominasi dibandingkan kandidat Partai Republik lainnya.
Baca juga: Jelang Pemilu Awal di AS, Donald Trump Semakin Mendominasi Survei
(nvc/ita)










































