Disampaikan pihak maskapai GoAir, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/1/2016), pesawat yang membawa 150 penumpang ini tengah mengudara dari kota Bhubaneshwar menuju Mumbai, ketika menerima panggilan dari otoritas setempat soal bom yang ditanam di dalam pesawat.
"Setelah menerima panggilan soal ancaman bom, pesawat dialihkan ke Nagpur," demikian pernyataan maskapai GoAir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penumpang telah diperbolehkan masuk kembali ke dalam pesawat, setelah otoritas setempat menyatakan pesawat layak untuk terbang kembali ke Mumbai. Ditambahkan maskapai GoAir bahwa ancaman bom palsu ini masih diselidiki oleh kepolisian setempat.
Insiden ini terjadi selang sehari setelah kepolisian antiterorisme India berhasil menangkap sekelompok militan radikal dalam penggerebekan di sejumlah lokasi di negara tersebut. Badan Investigasi Nasional India menyebut bahan pembuat bom juga ditemukan dalam penggerebekan.
Berbagai langkah pengamanan ditingkatkan oleh otoritas India menjelang perayaan Hari Republik, mulai berlakunya Konstitusi India yang jatuh pada 26 Januari mendatang. Presiden Prancis Francois Hollande akan hadir sebagai tamu kehormatan dalam parade militer Hari Republik di New Delhi.
(nvc/kha)










































