Dukung Arab Saudi, OKI Tuding Iran Gemar Campuri Urusan Negara Lain

Dukung Arab Saudi, OKI Tuding Iran Gemar Campuri Urusan Negara Lain

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Jan 2016 17:05 WIB
Dukung Arab Saudi, OKI Tuding Iran Gemar Campuri Urusan Negara Lain
Ilustrasi (detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Riyadh - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan dukungan terhadap Arab Saudi dalam ketegangan diplomatik dengan Iran. OKI menuding Iran mendukung terorisme dan gemar mencampuri urusan negara lain.

Organisasi muslim terbesar di dunia yang bermarkas di Jeddah, Saudi ini, menggelar pertemuan untuk membahas insiden penyerangan Kedutaan Besar dan Konsulat Saudi oleh demonstran Iran pada 2 Januari lalu. Serangan itu dipicu oleh eksekusi mati ulama Syiah, Nimr Baqr al-Nimr bersama 46 narapidana terorisme lainnya.

Baca juga: Meski Bersitegang, Iran Yakin Bisa Saling Melengkapi dengan Arab Saudi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/1/2016), OKI mengecam serangan terhadap misi diplomatik Saudi di Iran dan mengkritik berbagai pernyataan Iran yang dianggap memprovokasi.

"Mengkritik pernyataan Iran yang menghasut soal penerapan sistem peradilan (Saudi) terhadap sejumlah pelaku kejahatan teroris di Arab Saudi," demikian pernyataan OKI.

"Mengecam intervensi Iran dalam urusan dalam negeri negara-negara lain di kawasan dan di wilayah lain, termasuk para anggota (Bahrain, Yaman, Suriah dan Somalia) dan mengecam dukungan berkelanjutan (Iran) terhadap terorisme," imbuh pernyataan tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Ingatkan Kemungkinan Aktivitas Jahat Iran Usai Sanksi Dicabut

Serangan massa Iran ke misi diplomatik Saudi itu semakin memicu ketegangan diplomatik di kawan Timur Tengah. Terutama setelah Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Saudi itu diikuti oleh beberapa negara sekutu Saudi, yang juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Para pakar menilai pertikaian Saudi-Iran ini menyurutkan kesempatan perundingan damai untuk mengakhiri konflik Suriah dan juga Yaman, di mana kedua negara mengambil posisi berlawanan.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Puji Penahanan 10 Tentara AS

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads