Bakal Capres AS Salahkan Obama atas Aktivitas Nuklir Korut

Bakal Capres AS Salahkan Obama atas Aktivitas Nuklir Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 17:00 WIB
Bakal Capres AS Salahkan Obama atas Aktivitas Nuklir Korut
Marco Rubio (Dave Kaup/REUTERS)
Washington - Salah satu bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Marco Rubio, menyalahkan Presiden Barack Obama atas aktivitas nuklir Korea Utara. Rubio juga menyebut pemimpin Korut Kim Jong-Un sebagai orang gila.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (7/1/2016), Rubio yang kini menjabat senator AS untuk wilayah Florida ini menyebut kebijakan luar negeri pemerintahan Obama telah gagal. Korut mengklaim sukses melakukan uji coba bom hidrogen pada Rabu (6/1) pagi waktu setempat.

(Baca juga: Sekjen PBB Desak Korut Hentikan Aktivitas Nuklir)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas AS tidak bisa memastikan dengan segera uji coba Korut yang dilaporkan pada Selasa (5/1) malam waktu AS. Hingga kini, AS baru bisa menyatakan bahwa analisis awal tidak konsisten dengan klaim Korut.

"Jika uji coba ini bisa dipastikan (kebenarannya), maka akan menjadi contoh terbaru dari kebijakan luar negeri Obama-Clinton yang gagal," sebut Rubio merujuk pada Presiden Obama dan bakal capres Partai Demokrat Hillary Clinton yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri AS era Obama.

(Baca juga: Uji Coba Bom Hidrogen Korut Jadi Bahan Lelucon di Media Sosial)

Isu uji coba bom hidrogen Korut ini diprediksi menjadi topik penting dalam kampanye presiden AS mendatang. Para kandidat capres Partai Republik beramai-ramai menjadikan isu Korut untuk mengkritik kebijakan Presiden Obama.

"Saya telah diperingatkan sepanjang kampanye bahwa Korea Utara dipimpin oleh orang gila yang mengembangkan persenjataan nuklir sementara Presiden Obama hanya berdiam diri," ucap Rubio.

Rubio menyerukan agar Obama melawan orang-orang seperti pemimpin Korut, namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya. "Kita membutuhkan pemimpin baru yang akan menghadapi orang-orang seperti Kim Jong-Un dan memastikan negara kita memiliki kemampuan untuk menjaga warga Amerika tetap aman," cetusnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads