Otoritas Brussels menyatakan, pesta kembang api dan berbagai perayaan untuk menyambut Tahun Baru tidak akan digelar tahun ini. Tahun 2014 lalu, perayaan serupa diramaikan oleh sekitar 100 ribu orang. Pembatalan ini dilakukan setelah terungkapnya rencana militan untuk menyerang ibukota Belgia tersebut selama perayaan tersebut.
Keputusan ini diambil setelah dua orang ditangkap atas dugaan mempersiapkan serangan di sejumlah tempat di Brussels selama perayaan Malam Tahun Baru, dan seorang pria lainnya diinterogasi terkait serangan-serangan teror di Paris, Prancis bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik tidak mengambil risiko apapun," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/12/2015).
Sementara di Paris, pesta kembang api tahunan di Champs-Elysees juga telah dibatalkan. Sekitar 11.000 polisi, tentara dan pemadam kebakaran akan berpatroli di ibukota Prancis tersebut selama malam Tahun Baru ini. Sebanyak 130 orang tewas dalam serangan-serangan teror di Paris pada 13 November lalu. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok militan ISIS.
Di Moskow, Rusia, tepatnya di Red Square, yang biasanya dijadikan tempat berkumpul bagi warga untuk menyambut Tahun Baru, juga akan ditutup pada 31 Desember waktu setempat.
(ita/ita)











































