Ditolak Parlemen Israel, Donald Trump Tunda Kunjungannya

Ditolak Parlemen Israel, Donald Trump Tunda Kunjungannya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Des 2015 16:58 WIB
Ditolak Parlemen Israel, Donald Trump Tunda Kunjungannya
Donald Trump (REUTERS/Mary Schwalm)
New York - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, akhirnya menunda rencana kunjungannya ke Israel. Ini setelah puluhan anggota parlemen Israel menolak kunjungan Trump.

Trump sebelumnya dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Israel pada 28 Desember mendatang. Namun rencana kunjungan ini akhirnya ditunda setelah seruan Trump melarang muslim masuk ke AS dihujani kecaman global, termasuk dari Israel.

Sempat menghadapi reaksi keras dari kalangan parlemen, kantor PM Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menegaskan penolakan Netanyahu terhadap pernyataan kontroversial Trump. Namun kantor PM bersikeras jadwal pertemuan dengan Trump sudah dijadwalkan sejak lama.

(Baca juga: Ratusan Orang di New York Gelar Unjuk Rasa Anti-Trump)

Seperti dilansir AFP, Jumat (11/12/2015), Trump akhirnya mengumumkan penundaan kunjungannya ke Israel. Dia menjelaskan, keputusan ini diambil karena dia tidak ingin menambah tekanan bagi PM Netanyahu.

"Saya memutuskan untuk menunda kunjungan saya ke Israel dan menjadwalkan ulang pertemuan saya dengan @Netanyahu pada kesempatan lain, setelah saya menjadi Presiden AS," ujar Trump melalui akun Twitternya.

Berbicara kepada media setempat, Fox News, Trump mengatakan: "Saya tidak ingin menempatkan beliau (PM Netanyahu) dalam tekanan."

(Baca juga: Hillary Clinton: Donald Trump Tidak Lucu Lagi)

Meskipun Trump baru pernah sekali mengkampanyekan dukungan untuk Netanyahu, Trump mengklaim dirinya memiliki banyak dukungan dari Israel. "Banyak teman dari Israel dan dukungan yang sangat besar dari rakyat Israel," sebutnya.

Padahal, kalangan parlemen Israel menolak keras rencana kunjungan Trump ini. Sebanyak 37 anggota parlemen Israel, termasuk dua anggota dari partai koalisi pemerintah, menandatangani surat yang menyerukan kepada PM Netanyahu untuk membatalkan pertemuan dengan Trump.

Partai Yesh Atid yang bergabung dalam koalisi pemerintahan dengan Partai Likud, yang menaungi Netanyahu, juga ikut berkomentar keras. "Mereka yang senang dengan komentar Trump, tidak cukup tahu sejarah Yahudi untuk memahami apa yang terjadi ketika kita memulai kebencian terhadap warga asing, menghina hukum, dan diskriminasi agama," sebut Yair Lapid, pemimpin partai ini, melalui akun Facebook-nya.

(nvc/nwk)


Berita Terkait