"Mayoritas di Australia ini adalah pasar Hong Kong yang telah aktif di Sydney. Malaysia, Singapura dan Indonesia mengikuti tren itu," tutur Murray Wood, salah satu pengembang di Australia.
Murray diwawancara detikcom dan RCTI yang ke Australia atas undangan Australia Plus ABC International- kala ditemui di kantornya di kawasan Macquarie Street, Sydney, New South Wales, Australia pada September 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murray Wood (Foto: Nograhany WK) |
"Untuk volume China masih merajai, kemudian India, Singapura, Hong Kong, dan Indonesia. Negara-negara itu adalah negara yang kelas menengahnya bertumbuh dengan konsisten. (Investor) Indonesia juga bertambah seiring dengan perekonomian, angkanya meningkat. Pasar Indonesia mungkin meningkat cepat hingga matang, pasar yang penting untuk Australia," imbuhnya.
Sedangkan tren harga properti di Australia, lanjut Murray, meningkat selama 18 bulan terakhir. Harga properti itu cepat naik di kota-kota besar Australia seperti Sydney, diikuti Melbourne, Brisbane, Adelaide, dan Gold Coast.
(Foto: Nograhany WK) |
"Lokasi itu turut berpengaruh pada harga properti yang bagus. Di Australia juga sama, ibu kota negara bagian, seperti halnya New York dan London, harganya bisa terkerek cepat. Di Australia, Sydney adalah salah satu yang premium, harga di Sydney itu pasarnya kuat. Melbourne juga, Brisbane sedang bertumbuh dan Gold Coast. Perth dan Brisbane, relatif stabil," jelas dia.
Baca terus fokusΒ Jelajah Australia, dan ikutiΒ Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1












































Murray Wood (Foto: Nograhany WK)
(Foto: Nograhany WK)