Dilansir BBC, Minggu (15/11/2015), menurut Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, ancaman teror dari teroris yang dihadapi Prancis belum pernah terjadi sebelumnya. Namun pada musim panas ini, Presiden Francois Hollande mengatakan intelijen mengungkapkan teroris telah merencanakan aksi ini setiap minggunya.
"Sebanyak 500 warga Prancis telah bergabung dan berjuang dengan kelompok jihad di Suriah dan Irak. 137 orang tewas, 250 telah kembali ke Prancis, 300 orang masih berada di suatu negara transit dan 700 orang yang akan bergabung masih mencari cara untuk pergi," kata Pemerintah Prancis dalam rilisnya bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca lebih lengkap di sini:Β Ini Sejumlah Peristiwa Teror di Paris Sejak Pembantaian Charlie Hebdo
Tiga orang pelaku teroris diduga berasal dari pinggiran Ibu Kota Belgia, Brussel. Polisi anti-teror telah mengungkap pihaknya telah menangkap sejumlah pelaku terkait aksi teror di Paris.
Sementara itu, Amerika Serikat atas serangan udaranya mengklaim telah membunuh pimpinan ISIS Abu Nabil di Libya Timur Darnah. Korban aksi teror tersebut juga menewaskan salah satu sepupu pemain kesebelasan Prancis, yaitu Lassana Diarra. Mantan pemain Real Madrid, Chelsea, Arsenal dan Portsmouth, Asta Diakite dinyatakan tewas atas aksi teror di Paris. (yds/erd)











































