Dilansir dari Reuters, Sabtu (14/11/2015), lima ledakan kembali terdengar di Bataclan Concert Hall, tempat seratusan orang masih disandera pelaku. Ini terjadi sesaat setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan polisi sedang melakukan serangan untuk menghentikan aksi teror.
Sementara itu dari laporan Reuters, seorang jurnalis radio dari Europe1 termasuk salah satu orang yang disandera di gedung konser. Jurnalis bernama Julien Pierce itu berada di lokasi saat penembakan terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Mereka) membabi buta menembaki kerumunan," kata Pierce dalam laporannya itu.
Kemudian Pierce juga mengungkapkan bahwa penembakan berlangsung selama 12 atau 15 menit. Ia juga tidak mendengar pelaku teror meminta tuntutan apapun.
"Itu sangat keras dan ada gelombang kepanikan. Semua orang berlari ke arah panggung," ucap Pierce.
Jurnalis itu kemudian melarikan diri melalui pintu darurat. Ada sekitar sepuluh mayat yang dilihat Pierce di dekat pintu darurat dengan kondisi bersimbah darah.
Akibat aksi teror ini, Presiden Hollande sudah menyatakan seluruh wilayah Prancis dalam keadaan siaga darurat. Semua perbatasan pun ditutup.
(elz/mfi)











































