Maskapai Rusia Metrojet Tak Asing dengan Insiden Fatal

Maskapai Rusia Metrojet Tak Asing dengan Insiden Fatal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 03 Nov 2015 17:18 WIB
Maskapai Rusia Metrojet Tak Asing dengan Insiden Fatal
Pesawat Metrojet jenis Airbus A-321 yang jatuh di Mesir (REUTERS/Marina Lystseva)
Moskow - Maskapai Rusia, Metrojet, yang pesawatnya jatuh di Mesir sudah tidak asing dengan kecelakaan pesawat. Maskapai ini memiliki rekam jejak kurang baik, mulai dari terlibat insiden fatal hingga tidak membayar gaji karyawannya selama dua bulan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (3/11/2015), maskapai Kogalymavia mengoperasikan rute penerbangan populer seperti ke Turki dan Mesir. Maskapai ini mulai berdiri tahun 1993, dengan membawa para pekerja minyak di provinsi-provinsi Rusia. Kini, maskapai ini memiliki sembilan pesawat tipe Airbus.

Jauh sebelum menjadi fokus pemberitaan media internasional, maskapai Kogalymavia pernah mengalami beberapa insiden serius. Pada tahun 2010 lalu, salah satu pesawat jenis Tupolev miliknya yang disewakan untuk maskapai Iran namun dioperasikan awak Kogalymavia, melakukan pendaratan keras dan terbakar hingga melukai 46 penumpangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian pada tahun 2011, satu pesawat jenis Tupolev lainnya milik Kogalymavia terbakar di landasan di wilayah Utara Jauh Rusia pada Tahun Baru. Sedikitnya tiga orang tewas dalam insiden ini. Pesawat yang terbakar diketahui sudah berusia 28 tahun.

Maskapai ini kemudian berhenti menggunakan pesawat jenis Tupolev yang merupakan peninggalan era Soviet. Pada tahun 2012, maskapai ini menggunakan merek baru yakni Metrojet, meskipun nama resmi perusahaannya tetap Kogalymavia. Mereka membeli tujuh pesawat tipe Airbus A321-200 dan beberapa pesawat lainnya.

Pesawat Airbus A-321 yang jatuh di Mesir pada Sabtu (31/10), diketahui berusia 18 tahun saat insiden ini terjadi. Pesawat ini sebelumnya digunakan oleh beberapa maskapai lainnya, seperti maskapai MEA dari Libanon, kemudian maskapai Onur Air dari Turki dan maskapai Saudi Arabian Airlines. Saat disewa maskapai Iran, pesawat ini pernah mengalami insiden di Kairo ketika ekor pesawat menggores landasan saat landing.

Di sisi lain, perusahaan Kogalymavia ikut terkena imbas krisis ekonomi Rusia, ketika jumlah turis yang berlibur ke luar negeri mengalami penurunan signifikan. Badan Pemantau Pekerja Rusia, Rostrud menyebut bahwa maskapai itu tidak membayar gaji karyawannya selama dua bulan. Namun keluarga kopilot pesawat yang jatuh di Mesir, Sergei Trykhachyov menuturkan kepada The Telegraph, bahwa gaji terakhir diterima sang kopilot pada Juli lalu.

Secara terpisah, perwakilan serikat travel Rusia, Yury Barzykin menuturkan kepada AFP bahwa maskapai Kogalymavia memiliki reputasi yang baik dalam dunia travel. "Memiliki reputasi bagus di pasaran wisata, agen-agen perjalanan terbesar bekerja sama dengan mereka," sebutnya. (nvc/ita)


Berita Terkait