Namun ekor pesawat dengan nomor registrasi EI-ETJ itu telah diperbaiki usai insiden tersebut. Kendati demikian, para penyidik yang tengah meneliti puing-puing pesawat Metrojet yang jatuh di Sinai Utara, tetap akan memeriksa lebih mendalam soal perbaikan itu.
John Goglia, ahli mesin pesawat yang pernah bertugas pada Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) seperti dilansir Bloomberg, Selasa (3/11/2015), menyebut perbaikan ekor pesawat bisa menjadi salah satu pemicu pesawat hancur tiba-tiba di udara. Situasi yang sama dilaporkan terjadi pada pesawat Metrojet yang jatuh di Sinai Utara pada Sabtu (31/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data NTSB mencatat insiden tail strike, kontak antara ekor pesawat dengan landasan saat pendaratan maupun lepas landas, cukup sering terjadi. Sejak tahun 2000, tercatat sedikitnya 22 insiden tail strike yang memicu kerusakan parah hingga perlu dilakukan penyelidikan. Namun Goglia meyakini, jumlah insiden di lapangan mencapai 10 kali lebih banyak dari data NTSB, karena banyak kasus yang tidak dilaporkan pada otoritas setempat.
Jika dinyatakan perbaikan ekor pesawat Metrojet yang dilakukan pada tahun 2001 berdampak pada jatuhnya pesawat ini di Sinai Utara, maka penyidik penerbangan akan membatasi perbaikan pada pesawat-pesawat yang berisiko jatuh. Menurut Goglia, nantinya otoritas penerbangan akan mengkaji rencana perbaikan dengan lebih ketat.
Puing ekor pesawat Rusia yang jatuh di Mesir (Kementerian Urusan Darurat Rusia/mchs.gov.ru) |
Bagian ekor Metrojet yang jatuh di Mesir, ditemukan terpisah jauh dari puing lainnya. Ini mengindikasikan ekor pesawat patah dan terlepas dari kerangka utama saat pesawat hancur di udara. Menanggapi hal ini, Wakil Direktur Umum Urusan Mesin pada maskapai Kogalymavia atau Metrojet, Andrey Averyanov menegaskan ekor pesawat itu telah diperbaiki dengan benar oleh pihak Airbus di Toulouse, Prancis.
Insiden yang dipicu perbaikan yang tidak benar pernah menimpa pesawat China Airlines nomor penerbangan 611, yang terbang dari Taiwan ke Hong Kong, pada tahun 2002 lalu. Pesawat jenis Boeing Co. 747 ini patah tepat di bagian ekor yang pernah diperbaiki 22 tahun sebelumnya. (nvc/ita)











































Puing ekor pesawat Rusia yang jatuh di Mesir (Kementerian Urusan Darurat Rusia/mchs.gov.ru)