Diberitakan Reuters, Minggu (25/10/2015), upaya pembunuhan Yameen terjadi pada tanggal 28 September 2015 usai Yameen pulang ke negaraya setelah melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.
"Kami telah menahan wakil presiden dalam kaitannya dengan kecelakaan di Finifenmaa," ujar juru bicara pihak keamanan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Maladewa Umar Nasser membenarkan tuduhan itu. "Dia ditahan atas upaya pembunuhan," kata Nasser.
Penahanan dilakukan terhadap Adheeb setelah beberapa waktu lalu Presiden Yameen memecat Menteri Pertahanan Moosa Ali Jaleel setelah upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Tidak hanya Adheeb, dua pejabat militer juga ikut ditahan atas dugaan keterlibatan pembunuhan.
Upaya pembunuhan ini dilakukan dengan meletakkan bom di kursi yang sering digunakan Presiden Yameen di kapal cepatnya. Yameen terhindar dari upaya pembunuhan itu, namun istrinya dan dua orang lainnya mengalami luka-luka ringan. (tfq/mad)











































