Giliran AS Blokade Selat Hormuz

Giliran AS Blokade Selat Hormuz

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 13 Apr 2026 13:03 WIB
FILE PHOTO: A map showing the Strait of Hormuz is seen in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Ilustrasi. Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Washington -

Selat Hormuz sempat diblokade oleh Iran saat perang dengan Amerika Serikat (AS)-Israel berkecamuk. Usai perundingan dengan Iran berakhir buntu, kini giliran AS yang mengancam memblokade Selat Hormuz.

Iran telah secara efektif memblokade Selat Hormuz selama berminggu-minggu, sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan kampanye pengeboman terhadap republik Islam tersebut lebih dari enam minggu lalu. Meski begitu, Teheran telah mengizinkan kapal-kapal milik negara-negara sahabat untuk melintasinya, sementara melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan pendukungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parlemen Iran telah mengajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit di selat tersebut dalam mata uang nasional. Secara eksplisit, Iran melarang kapal-kapal AS dan Israel melintas di Selat Hormuz.

Sebelum perang meletus, sekitar 20 juta barel minyak global biasanya melintasi jalur perairan penting tersebut setiap harinya. Karena blokade yang dilakukan Iran, memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Dengan kata lain, tujuan Iran memblokade Selat Hormuz agar sebagai daya tawar karena negara Republik Islam itu sedang digempur habis-habisan oleh AS dan Israel.

Setelah harga minyak global meningkat karena blokade tersebut, AS dan Iran tiba-tiba menyetujui gencatan senjata selama dua minggu.

AS dan Iran Bahas Perdamaian di Islamabad, JD Vance Temui PM PakistanAmerika Serikat dan Iran memulai perundingan perdamaian tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, dalam upaya meredakan konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Pertemuan ini menjadi salah satu kontak langsung paling signifikan antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir. Jacquelyn Martin/Pool via REUTERSJD Vance memimpin delegasi Amerika Serikat (AS) untuk berunding dengan Iran. Amerika Serikat dan Iran memulai perundingan perdamaian tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, dalam upaya meredakan konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Pertemuan ini menjadi salah satu kontak langsung paling signifikan antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir. Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS Foto: Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS

Perang pun berhenti sementara. AS dan Iran kemudian menggelar perundingan damai di Pakistan. Ternyata perundingan itu gagal mencapai kesepakatan.

Baik AS maupun Iran saling tuding soal gagalnya perundingan tersebut. AS pun bereaksi dengan mengancam akan memblokade Selat Hormuz.

"Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," kata Trump di platform Truth Social miliknya dilansir kantor berita AFP, Minggu (12/4/2026).

"Setiap orang Iran yang menembak ke arah kami, atau ke arah kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai hancur (blown to hell)!," imbuhnya.

Presiden AS itu juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang telah membayar bea masuk kepada Iran akan dihentikan di perairan internasional. Trump menyebut AS memblokade Selat Hormuz untuk membersihkannya dari ranjau dan membuka untuk semua pelayaran, tetapi Iran tidak boleh diizinkan untuk mengambil keuntungan dari mengendalikan perairan tersebut.

Militer AS mengumumkan bahwa dua kapal perangnya telah melintasi selat tersebut pada awal operasi pembersihan ranjau. Trump memperingatkan bahwa pada akhirnya, pasukan AS akan "menghabisi sisa-sisa kecil dari Iran" jika diperlukan.

A vessel at the Strait of Hormuz, off the coast of Oman's Musandam province, April 12, 2026. REUTERSIlustrasi. Kapal melintas di Selat Hormuz, 12 April 2026. REUTERS Foto: REUTERS/Stringer

AS ingin memblokade Selat Hormuz agar otoritas Iran yang sebelumnya berkuasa di sana, dilumpuhkan total. AS juga telah mengumumkan akan memulai blokade semua pelabuhan Iran pada hari Senin (13/4) waktu setempat.

"Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa blokade akan dimulai pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin (13/4).

Sementara Iran menegaskan Selat Hormuz ada di bawah kendali penuh mereka. Iran balik mengancam AS.

"Seluruh lalu lintas... berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata," kata komando angkatan laut Garda Revolusi dilansir kantor berita AFP, Senin (13/4).

"Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di Selat jika mereka melakukan langkah yang salah," tambahnya.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada ancaman AS. Diketahui, Ghalibaf memimpin delegasi Iran dalam perundingan damai dengan AS di Pakistan yang berujung kegagalan.

"Jika mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka mengajukan argumen logis, kami akan menghadapinya dengan logika. Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberikan mereka pelajaran yang lebih besar," kata Ghalibaf kepada wartawan setelah kembali ke Teheran dari Islamabad seperti dilansir Al Arabiya.

Saksikan Live DetikSore:

Lihat juga Video: Trump Murka! Ancam Blokade Selat Hormuz Pakai Angkatan Laut

Halaman 2 dari 3
(isa/dhn)


Berita Terkait