Polisi Meksiko Tangkap ABG Pembunuh Bayaran

Polisi Meksiko Tangkap ABG Pembunuh Bayaran

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 18:50 WIB
Polisi Meksiko Tangkap ABG Pembunuh Bayaran
Ilustrasi
Mexico City - Seorang remaja berusia 14 tahun di Meksiko ditangkap atas kasus pembunuhan. Di usia yang masih sangat muda, remaja ini menjadi pembunuh bayaran yang mengiklankan jasanya melalui jejaring sosial Facebook.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2015), remaja laki-laki ini ditangkap polisi saat berusaha kabur dari lokasi pembunuhan di kota Tijuana, yang berbatasan dengan California, AS pada akhir pekan lalu. Dia diketahui mendapat bayaran sebesar 31 ribu peso atau setara Rp 25 juta atas jasanya, tapi tidak diketahui pasti apakah uang ini sudah diterimanya.

"Anak ini dikontak seseorang melalui Facebook," tutur koordinator penyelidikan khusus untuk kantor jaksa wilayah Baja California, Miguel Angel Guerrero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak disebut lebih lanjut identitas orang yang menyewa jasa remaja ini. Namun Guerrero menyatakan, remaja ini menemui orang itu di salah satu ruas jalanan di kota Tijuana. Kemudian dengan taksi, remaja itu dibawa ke kawasan yang dikenal dengan bar dan peredaran narkobanya.

"Di sana, mereka memberikan remaja ini senjata dan mereka menunjukkan orang yang harus dia bunuh," terang Guerrero.

Remaja ini keluar dari taksi, berjalan mendekati korban yang berusia 35 tahun dan menembaknya tepat di kepala dengan pistol kaliber 40. Tidak diketahui pasti identitas korban dan keterkaitan korban dengan orang yang menyewa remaja ini.

Polisi menangkap remaja ini saat dia hendak melarikan diri dari lokasi kejadian. Remaja ini kemudian diadili di pengadilan remaja setempat. Identitas remaja ini sengaja tidak dirilis kepada publik.

Sementara itu, kartel narkoba Meksiko dikenal banyak merekrut anak di bawah umur sebagai halcones atau yang berarti elang, untuk menginformasikan mereka pergerakan polisi atau orang-orang mencurigakan. Namun dalam beberapa kasus, anak-anak yang direkrut dipaksa melakukan tindak kriminal. (nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads