Diberitakan AFP, Minggu (11/10/2015), Perdana Menteri Davutoglu mendeklarasikan hari berkabung nasional dan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh negeri.
"Masyarakat sangat marah dan menunggu untuk mengetahui siapa di belakang insiden itu," tulis Headline Harian Hurriyet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa demonstran menyalahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan atas pemboman.
Mereka berteriak "Erdogan pembunuh", "pemerintah harus mengundurkan diri!"
Sementara itu, Presiden Erdogan mengutuk keji serangan itu. Erdogan juga membatalkan kunjunganya ke Turkmenistan. Kantor perdana menteri mengatakan 95 orang tewas ketika bom meledak saat aktivis sayap kiri dan pro-Kurdi berkumpul untuk aksi damai di luar stasiun kereta api Ankara.
508 orang terluka, dengan 160 lainnya berada di rumah sakit.
Dalam pidato emosionalnya, pemimpin pendemo Selahattin Demirtas mengatakan daripada membalas dendam, saatnya mengakhiri pemerintahan Erdogan, dimulai pada pemilu legislatif tanggal 1 November mendatang. (tfq/fdn)











































