"Nyaris 70.000 orang yang lari dari krisis tersebut telah tiba di Djibouti, Ethiopia, Somalia dan Sudan," demikian statemen badan pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/10/2015).
"Hingga 44.080 orang dilaporkan telah tiba di Arab Saudi dan Oman," demikian disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IOM menyatakan, jumlah warga yang meninggalkan Yaman untuk mengungsi ke negara-negara tetangga bisa mencapai lebih dari 200 ribu orang pada akhir tahun 2016.
"Para pengungsi dan migran tiba setelah berjam-jam di lautan, dan kerap mengalami trauma dan kelelahan, dengan memiliki sedikit barang dan membutuhkan segera makanan, air dan layanan kesehatan darurat," tutur pejabat tinggi IOM Ashraf El Nour dalam pertemuan di Kenya untuk mengkoordinasikan respons atas krisis Yaman.
"Oleh karena itu, respons yang paling mendesak adalah memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan mendaftarkan serta memberikan dokumentasi guna memungkinkan akses ke layanan-layanan penting," tandasnya.
Menurut PBB, konflik Yaman sejauh ini telah menewaskan sekitar 5 ribu orang dan melukai sekitar 25 ribu orang, termasuk banyak warga sipil.
(ita/ita)











































