Presiden Brasil Kritik Tarif 20% Trump di Hormuz: Pembajakan!

Presiden Brasil Kritik Tarif 20% Trump di Hormuz: Pembajakan!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Jul 2026 12:33 WIB
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengkritik pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahwa AS berencana untuk mengenakan tarif 20 persen pada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Dulu, itu disebut pembajakan," kata Lula dalam pidato yang disampaikan di Sao Paulo, Brasil, pada hari Senin (13/7) waktu setempat.

"Negara besar seperti Amerika Serikat, yang saya yakini telah lama memerangi pembajakan, tidak bisa menjadi bajak laut sendiri sekarang," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Trump, dalam pernyataan via media sosial miliknya, Truth Social pada Senin (13/7), mengumumkan pemberlakuan kembali "blokade Iran". Dia pun mengancam akan mengenakan tarif sebesar 20 persen untuk muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz, sebagai imbalan atas perlindungan militer AS di jalur perairan vital tersebut.,

"Hormuz TERBUKA dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran," tegas Presiden AS itu dalam pernyataannya.

"Kita memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena blokade ini hanya menghentikan kapal-kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lainnya akan dapat menggunakan selat tersebut secara adil dan terbuka," kata Trump.

Dia menambahkan bahwa AS akan menjamin keamanan aktivitas perlintasan Selat Hormuz dan meminta penggantian biaya dari para operator kargo.

"Mulai saat ini, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ', namun demi KEADILAN, AS akan menerima penggantian biaya sebesar 20 persen dari nilai seluruh kargo yang dikirimkan, untuk menutupi segala biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini," cetusnya.

Trump mengatakan pelaksanaan hal tersebut akan dimulai segera.

Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kembali klaim lama Iran, bahwa merekalah yang memegang peran sentral dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Dia pun mengejek Trump.

"POTUS benar sekali. Siapa pun yang menjamin pelayaran aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz patut mendapatkan imbalan atas layanan tersebut," ucapnya, merujuk pada akronim dari President of the United States of America, sebutan untuk Presiden AS.

"Iran senantiasa menjadi PENJAGA selat ini dan akan tetap demikian SELAMANYA," tegas Araghchi dalam tanggapannya via media media sosial X.

"Tarif 20 persen tentu saja terlalu tinggi. Kami akan bersikap adil," imbuh Menlu Iran itu.

Simak juga Video: Trump Umumkan Tarif Global Naik Lagi Jadi 15%

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini