Iran dan Arab Saudi Bentuk 10 Tim Pencari Jemaah Hilang di Mina

Iran dan Arab Saudi Bentuk 10 Tim Pencari Jemaah Hilang di Mina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Okt 2015 13:03 WIB
Iran dan Arab Saudi Bentuk 10 Tim Pencari Jemaah Hilang di Mina
Foto: REUTERS/Raheb Homavandi
Riyadh - Otoritas Iran melakukan upaya serius untuk mencari ratusan jemaah haji yang masih hilang usai tragedi Mina. Kementerian Kesehatan Iran bersama otoritas Arab Saudi membentuk 10 tim pencari jemaah.

Seperti dilansir kantor berita setempat, Mehr News Agency, Senin (5/10/2015), otoritas Iran juga tengah berupaya keras untuk mengidentifikasi korban tewas dalam waktu sesingkat mungkin. Selang seminggu setelah tragedi Mina pada 24 September lalu, lebih dari 200 jemaah Iran masih belum ditemukan.

Menteri Kesehatan Iran, Hassan Hashemi yang memimpin Komisi Khusus Insiden Mina menyatakan, masih banyak korban tewas yang belum teridentifikasi hingga kini. Demikian juga dengan ratusan jemaah lainnya yang belum diketahui keberadaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusan dari Komisi memberi mandat kepada setiap keluarga jemaah, di mana mereka bisa memberikan fitur personal kepada Organisasi Kedokteran Legal Iran (Kedokteran Forensik), untuk semakin mempermudah proses identifikasi jemaah," tutur Hashemi.

"Ini menjadi upaya terakhir yang dilakukan, jika memang nantinya upaya identifikasi masih menyisakan jemaah tak teridentifikasi, sidik jari dan tes DNA tentu memakan banyak waktu," imbuhnya.

Hashemi menyatakan, otoritas Iran dan Saudi masing-masing mengerahkan 5 tim pencari, yang akan berkolaborasi satu sama lain untuk meningkatkan upaya pencarian dan identifikasi jemaah korban tragedi Mina.

"Kami terus bekerja untuk mengidentifikasi jemaah dalam waktu sesingkat mungkin," tegas Hashemi.

Pada Sabtu (3/10) dan Minggu (4/10) waktu setempat, dua pesawat membawa 218 jenazah korban tragedi Mina telah mendarat di Teheran. Otoritas Iran meyakini 464 jemaahnya tewas dalam tragedi pada 24 September lalu. Dengan demikian masih ada 246 jenazah korban yang belum dipulangkan. (nvc/ita)


Berita Terkait