"Empat warga sipil, termasuk seorang anak perempuan dan seorang wanita, tewas dalam serangan-serangan yang dilakukan pesawat militer Rusia, " demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/10/2015).
Serangan udara itu dilancarkan pada Kamis, 1 Oktober waktu setempat di distrik Jabal al-Zawiya, sebuah wilayah yang berada di bawah kendali kelompok afiliasi Al-Qaeda di Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Observatory, serangan-serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 28 orang sejak dimulai pada Rabu, 30 September waktu setempat.
Sedangkan kelompok oposisi utama Suriah menuduh Rusia menewaskan 36 warga sipil dalam serangan udaranya di provinsi Homs pada Rabu (30/9). Namun pemerintah Rusia membantah adanya warga sipil yang tewas dalam serangan itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam tuduhan mengenai jatuhnya korban sipil tersebut dan menyebutnya sebagai "perang informasi".
Moskow menegaskan, pihaknya hanya menargetkan kelompok radikal ISIS. Namun pemerintah AS dan sekutunya mencurigai intervensi militer Rusia dimaksudkan untuk tetap mempertahankan rezim Presiden Bashar al-Assad dengan dalih memerangi terorisme.
Kelompok radikal ISIS memang diketahui beroperasi di wilayah-wilayah yang menjadi target bombardir Rusia pada Kamis, 1 Oktober tersebut.
(ita/ita)










































