7 Warga Sipil Termasuk 2 Bocah Tewas Dibombardir Rusia di Suriah

7 Warga Sipil Termasuk 2 Bocah Tewas Dibombardir Rusia di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 02 Okt 2015 14:52 WIB
7 Warga Sipil Termasuk 2 Bocah Tewas Dibombardir Rusia di Suriah
serangan udara Rusia di Suriah (Foto: REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation)
Damaskus, - Setidaknya tujuh warga sipil menjadi korban gempuran pesawat-pesawat tempur Rusia di provinsi Idlib, Suriah. Di antara ketujuh warga sipil tersebut termasuk dua anak-anak.

"Empat warga sipil, termasuk seorang anak perempuan dan seorang wanita, tewas dalam serangan-serangan yang dilakukan pesawat militer Rusia, " demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/10/2015).

Serangan udara itu dilancarkan pada Kamis, 1 Oktober waktu setempat di distrik Jabal al-Zawiya, sebuah wilayah yang berada di bawah kendali kelompok afiliasi Al-Qaeda di Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga warga sipil lainnya, termasuk seorang anak perempuan dan seorang wanita, tewas dalam gempuran pesawat-pesawat itu di desa Habeet, provinsi yang sama, yang berbatasan dengan Turki," demikian disampaikan Observatory.

Menurut Observatory, serangan-serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 28 orang sejak dimulai pada Rabu, 30 September waktu setempat.

Sedangkan kelompok oposisi utama Suriah menuduh Rusia menewaskan 36 warga sipil dalam serangan udaranya di provinsi Homs pada Rabu (30/9). Namun pemerintah Rusia membantah adanya warga sipil yang tewas dalam serangan itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam tuduhan mengenai jatuhnya korban sipil tersebut dan menyebutnya sebagai "perang informasi".

Moskow menegaskan, pihaknya hanya menargetkan kelompok radikal ISIS. Namun pemerintah AS dan sekutunya mencurigai intervensi militer Rusia dimaksudkan untuk tetap mempertahankan rezim Presiden Bashar al-Assad dengan dalih memerangi terorisme.

Kelompok radikal ISIS memang diketahui beroperasi di wilayah-wilayah yang menjadi target bombardir Rusia pada Kamis, 1 Oktober tersebut.

(ita/ita)


Berita Terkait