Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Baru beberapa menit Pezeshkian bicara di podium, satu-satunya delegasi Amerika Serikat (AS) yang berada di ruangan itu beranjak pergi atau walk out.
Dilansir CNN, Rabu (23/9/2026), Pezeshkian mengawali pidatonya dengan menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump di forum yang sama sehari sebelumnya, dengan mengatakan, "Presiden Amerika Serikat menyebut kami sebagai teroris. Padahal, kamilah yang menjadi korban terorisme."
Pezeshkian menyoroti peristiwa pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, pengeboman sebuah sekolah pada hari dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran yang menewaskan 156 orang, serta serangan lainnya terhadap sebuah gedung olahraga pada hari yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika Serikat menargetkan gedung olahraga tersebut menggunakan senjata dengan hulu ledak ganda. Mereka membunuh para ilmuwan kami, serta warga kami--baik pria, wanita, maupun anak-anak. Anak-anak tak berdosa yang sesungguhnya tidak melakukan kejahatan ataupun dosa apa pun," ujar Pezeshkian.
Pada saat Pezeshkian menyampaikan hal tersebut, delegasi AS itu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar.
Dalam Sidang PBB, Trump mengatakan dia harus mengambil keputusan besar terkait Iran. Ia menggambarkannya sebagai pilihan antara mencapai kesepakatan atau menghancurkan Iran.
"Akankah kesepakatan dicapai dengan Iran yang memungkinkan mereka bangkit kembali dan membangun negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya-mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia?" tanya Trump, dilansir CNN, Rabu (23/9).
"Atau haruskah saya menghancurkan Republik Islam itu dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk membunuh serta menghancurkan orang dan negara lagi?" tanya Trump lagi.
Baca juga: Trump Serukan Semua Negara Keluar dari ICC! |










































