Serangan udara pertama militer Rusia dilancarkan pada Rabu (30/9) waktu setempat di wilayah Homs dan dilaporkan menewaskan sedikitnya 36 warga sipil. Keberadaan jet Rusia yang terbang lebih tinggi dari jet tempur Suriah memang tidak memicu suara bising bagi warga di bawahnya, tapi warga kaget dengan jatuhnya banyak korban di sekitar mereka.
"Kami telah menghadapi banyak senjata selama lima tahun terakhir, tapi apa yang terjadi hari ini jelas yang paling keji, dan paling menyeluruh di wilayah Homs," tutur seorang dokter yang enggan disebut namanya, yang tinggal di kota Rastan, seperti dilansir Reuters, Kamis (1/10/2015). Rastan merupakan salah satu wilayah yang terkena serangan udara Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter ini menyebut sedikitnya 11 orang yang tewas di kota Rastan, yang berjarak 20 kilometer dari Homs. Korban tewas tersebut, menurut dokter ini, termasuk tiga anak-anak bersama ayah mereka serta dua tamunya yang tewas ketika rumah mereka terkena serangan udara Rusia.
"Seolah rumah itu tidak pernah ada," ucap dokter yang banyak mengevakuasi korban tewas dari serangan tersebut.
Menurut dokter ini, dirinya dan warga lainnya sama sekali tidak tahu bahwa pesawat tempur yang menyerang wilayahnya pada Rabu (30/9) pagi merupakan pesawat Rusia. Namun mereka mulai mengetahui faktanya setelah menyadari pesawat yang menyerang mereka mampu terbang tinggi dan bermanuver dengan baik, ditambah adanya laporan bahwa Rusia memulai serangan udara di Suriah, termasuk di Rastan. (nvc/mad)











































