Seperti dilansir media setempat, Arab News, Kamis (1/10/2015), Departemen Paspor Saudi terus melakukan proses identifikasi korban tewas. Asisten Direktur untuk Urusan Teknis Departemen Paspor Saudi, Kolonel Khaled Al-Saikhan menuturkan ada enam tim yang masih memeriksa identitas para korban di sejumlah rumah sakit.
Keenam tim itu, lanjut Khaled, menyebar ke rumah sakit yang ada di tiga lokasi, yakni Jeddah, Makkah dan Taif. Namun tidak disebut lebih lanjut jumlah personel untuk masing-masing tim. Tidak disebut juga jumlah pasti jenazah korban yang sudah berhasil diidentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Khaled, seluruh proses identifikasi bisa berlangsung cepat dengan penggunaan dua peralatan yang mampu membaca rincian biometrik seseorang. Khaled menjelaskan, ketika seseorang meninggal dunia, pemindaian retina tidak bisa dilakukan, tidak seperti sidik jari, yang bisa tetap terbaca hingga 3 hari setelah waktu kematian.
"Tim-tim di lapangan yang berkoordinasi dengan departemen kesehatan lokal di wilayah-wilayah tersebut, terus bekerja berpacu dengan waktu untuk mengidentifikasi korban tewas," tandasnya. (nvc/ita)










































