Ada mukjizat di balik dua orang selamat usai banjir bandang dahsyat menerjang Nepal. Dua orang itu terjebak selama berhari-hari lalu kini berhasil diselamatkan.
Dirangkum detikcom dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (5/9/2026), dua orang itu ternyata pekerja di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Trishuli, Nepal. Mereka terjebak selama 9 hari di terowongan yang terhubung dengan PLTA tersebut.
Dua orang itu berhasil dikeluarkan dari terowongan di PLTN Upper Trishuli 34 pada Jumat (4/9) waktu setempat. Kantor Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha mengidentifikasi kedua korban selamat itu sebagai Sanjay Sah yang seorang mandor mekanik dan Kabir Maharjan yang seorang pengawas mekanik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video dan foto yang dirilis oleh otoritas Nepal memperlihatkan momen Maharjan ditarik keluar dari sebuah lubang di tanah, dengan disambut sorak-sorai orang-orang di sekitarnya. Dia kemudian dibaringkan di atas tandu.
Satu pekerja lainnya, Sah, digendong oleh seorang petugas ke tenda penyelamatan dengan wajah berlumuran lumpur.
Dalam salah satu video yang dirilis, terlihat tim dokter militer sedang memeriksa Sah di sebuah tenda darurat yang dibangun di dekat terowongan. Mereka memasangkan alat menyerupai masker oksigen pada mulutnya dan memeriksa tanda-tanda vitalnya.
"Namanya Sanjay Sah dan dia bekerja di ruang kendali mekanik. Parameter vitalnya tampak normal," kata seorang pejabat militer setempat.
Cedera yang dialami sah dinyatakan tidak kritis. Sedangkan Maharjan, menurut seorang staf Menteri Energi Nepal kepada Reuters, tidak dapat menggerakkan tangan dan kakinya.
Keduanya kemudian diterbangkan dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di Kathmandu.
Operasi penyelamatan ini melibatkan tim ahli dalam grup WhatsApp yang memandu para petugas penyelamat selama upaya SAR dilakukan di lokasi proyek PLTA. Metode tersebut menjadi sarana yang sangat berguna, di samping helikopter dan alat berat, dalam upaya cepat untuk menemukan para korban selamat.
9 Hari Terjebak Dampak Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Selamat (Foto: REUTERS/Nepal Army). |
Upaya Penyelamatan
Seorang pakar pembangunan terowongan yang terlibat dalam operasi penyelamatan di terowongan pembangkit listrik tenaga air Nepal menjelaskan kepada BBC cara mereka menjangkau para penyintas.
Arnold Dix telah memberikan saran kepada otoritas pembangkit listrik tenaga air Nepal mengenai cara menembus terowongan yang tersumbat akibat banjir bandang pekan lalu,
"Ibarat lapisan demi lapisan keajaiban", kata Dix, merujuk banyaknya tantangan yang mereka hadapi.
Hambatan pertama adalah menemukan lokasi stasiun pembangkit listrik tenaga air, di tengah medan yang hampir tidak dapat dikenali lagi akibat sapuan banjir.
"Saya belum pernah mengetahui operasi penyelamatan yang mengharuskan kami mencari pintu masuk terowongan yang sebelumnya berada di lereng bukit, tetapi kini berada di bawah tanah. Anda bisa membayangkan besarnya longsoran itu, yang sepenuhnya menimbun pintu masuk," kata Dix, yang merupakan ketua International Tunnelling and Underground Space Association.
Dengan menggunakan teknik rekayasa, peta topografi lama, citra satelit wilayah tersebut setelah bencana, rekaman video dari helikopter, dan "apa pun yang bisa kami temukan di permukaan gunung seperti tiang listrik", Dix dan timnya memperkirakan posisi pintu masuk dan mulai menggali.
Mereka menemukannya, tetapi tantangan berikutnya adalah menemukan para penyintas.
"Kami tahu mereka berada di depan, tetapi kami tidak tahu persis di mana. Jadi kami harus mulai menggali ke arah yang benar. Dan kami menyimak apakah bisa mendengar seseorang," katanya.
Tim SAR harus menembus terowongan yang sepenuhnya tersumbat lumpur dan batu, beberapa di antaranya lebih besar dari mobil. Mereka juga harus menggunakan bahan peledak untuk membuka jalan.
"Kami harus menggunakan bahan peledak yang biasanya tidak pernah kami lakukan karena risiko meledakkan orang-orang [yang terjebak di dalam terowongan] dan juga membahayakan diri kami sendiri," kata Dix.
9 Hari Terjebak Dampak Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Selamat (Foto: REUTERS/Nepal Army). |
Longsoran es, bebatuan, dan lumpur menyapu area lembah di wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu (26/8) pekan lalu. Para pejabat dan petugas penyelamat meyakini bahwa runtuhnya gletser di bagian hulu Sungai Trishuli pada 26 Agustus lalu, telah membuat setidaknya 900 orang terjebak di dalam terowongan yang terkait dengan enam proyek PLTA di sepanjang sungai tersebut.
Sedikitnya 1.252 orang tewas di wilayah Nepal, saat rumah-rumah, jalanan, dan sekolah di berbagai kota serta desa yang terletak di perbatasan dengan wilayah Tibet diterjang banjir bandang dahsyat. Lebih dari 4.200 orang lainnya dinyatakan masih hilang dan ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi.
Otoritas China mencatat jumlah korban tewas di Tibet mencapai sedikitnya 21 orang, dengan sebanyak 541 orang lainnya dinyatakan hilang.












































9 Hari Terjebak Dampak Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Selamat (Foto: REUTERS/Nepal Army).