Hal ini disampaikan Perdana Menteri Inggris David Cameron di saat negara-negara lain ramai membahas soal pelengseran Assad. Presiden AS Barack Obama bahkan menyebut, militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baru bisa dikalahkan jika Assad meninggalkan kekuasaannya. Β
"Apa yang disampaikan Amerika, saya setuju, bahwa diperlukan sebuah transisi, tapi yang lebih jelas dari itu ialah pada akhirnya, Assad tidak akan bisa menjadi pemimpin Suriah," tutur PM Cameron kepada jaringan televisi CBS, seperti dilansir Reuters, Rabu (30/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia dan AS sepakat untuk mencari solusi diplomatik bagi krisis Suriah. Namun kedua negara tetap berbeda pendapat soal peran dan posisi Assad dalam pemerintahan Suriah.
"Sejauh ini, persoalannya ialah Rusia dan Iran tidak akan mampu membayangkan Suriah tanpa Assad," sebut Cameron, sembari menyatakan bahwa Inggris akan bekerja sama dengan negara manapun demi mengalahkan ISIS.
"Akhirnya, bagaimanapun kita berbeda pendapat, apakah dengan Iran atau Rusia, kedua negara itu memiliki pengaruh terhadap situasi Suriah dan kita perlu meyakinkan mereka soal itu, Suriah yang baru dengan pemimpin berbeda tidak akan bertentangan dengan kepentingan mereka, tapi ini akan membantu menyingkirkan ISIL," tandasnya. (nvc/ita)











































