Seperti dilansir Reuters, Selasa (29/9/2015), Khan (48) dan istrinya yang tengah dilanda demam tinggi berada di antara kerumunan jemaah yang terjebak insiden saling dorong dan saling injak di Mina, Kamis (24/9) lalu. Kepada Reuters, Khan menyebut insiden yang dialaminya ini bagaikan 'hari penghakiman'.
"Untuk menyelamatkan diri, beberapa jemaah menginjak jemaah lainnya seperti mereka bukan manusia," tutur Khan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jemaah lanjut usia, wanita dan jemaah yang sakit merupakan yang pertama jatuh. Mereka jatuh dan diinjak oleh jemaah lain," terangnya.
Khan juga jatuh dan lengannya luka-luka, tapi dia berhasil melawan gelombang manusia yang menghimpitnya sembari menarik tangan sang istri. Kursi roda sang istri justru menyelamatkan sang istri dari terbawa gelombang manusia.
"Saya takut dia (istrinya) didorong jemaah lain, tapi beruntung dia selamat. Saya segera menarik dia keluar dari kursi roda dan mendorongnya ke pinggir. Kemudian kami mulai memanjat pagar besi untuk menyelamatkan nyawa kami," kenang Khan.
"Tidak ada yang membantu jemaah lain. Semua jemaah sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dengan cepat, tubuh manusia saling bertumpuk. Mereka yang ada di bawah berteriak kesakitan dan menangis minta tolong tapi tidak ada yang membantu," imbuhnya.
Setelah berhasil memanjat pagar, Khan dan istrinya pergi ke rumah sakit setempat, namun rumah sakit itu dipenuhi korban tewas. Bahkan menurut Khan, beberapa jasad korban dibiarkan tergeletak di lantai selama beberapa jam. (nvc/mad)










































