"Saya melihat seseorang menabrak orang lain yang duduk di kursi roda dan beberapa orang menginjaknya. Orang-orang saling berusaha memanjat untuk bernapas," tutur jemaah haji asal Mesir, Abdullah Lofty (44) yang berhasil selamat, seperti dilansir media setempat, Arab News, Jumat (25/9/2015).
"Seperti gelombang. Anda terbawa ke depan dan tiba-tiba terbawa ke belakang," imbuhnya.
Keterangan saksi mata atas insiden ini berbeda-beda. Ada saksi mata menuturkan kepada Arab News bahwa insiden diawali oleh saling desak-desakan antara kelompok jemaah yang kuat dengan kelompok jemaah yang lebih lambat, termasuk jemaah lanjut usia yang ada di depannya.
Petugas keamanan, menurut saksi ini, sudah meminta para jemaah untuk tidak terus bergerak ke depan dan menahan diri di belakang. Namun tidak ada yang mendengar instruksi ini dan desak-desakan semakin parah hingga terjadilah tragedi ini.
Saksi mata lainnya menyebut insiden dipicu oleh pertemuan dua gelombang jemaah yang berbeda di salah satu titik dekat Jalan Souq Al-Arab. Satu gelombang jemaah yang hendak berangkat untuk lempar jumrah, sedangkan gelombang satu lagi sudah selesai lempar jumrah.
"Tidak ada persiapan. Apa yang terjadi melebihi kesiapan mereka," sebut Lofty merujuk pada otoritas Saudi.
Sejauh ini, sudah 717 orang yang meninggal dalam tragedi yang terjadi Kamis (24/9) waktu setempat ini. Sedangkan korban luka-luka mencapai lebih dari 800 orang lainnya. Otoritas Saudi tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas tragedi ini. (nvc/ita)











































