2 Tentara Arab Saudi Disandera Pemberontak Houthi di Yaman

2 Tentara Arab Saudi Disandera Pemberontak Houthi di Yaman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 22 Sep 2015 10:48 WIB
2 Tentara Arab Saudi Disandera Pemberontak Houthi di Yaman
pemberontak Houthi di Yaman (Foto: Khaled Abdullah/REUTERS)
Riyadh, - Dua tentara Arab Saudi telah ditangkap dan disandera para pemberontak Houthi di Yaman. Otoritas Saudi pun bersumpah akan membebaskan mereka.

"Kami punya bukti bahwa mereka masih hidup dan mereka sedang ditawan milisi," ujar Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri, juru bicara koalisi Saudi kepada kantor berita AFP, Selasa (22/9/2015).

"Kami akan melakukan semua yang diperlukan untuk menemukan mereka dan membawa mereka pulang," tegas Assiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi dan koalisi negara-negara Arab telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap Houthi di Yaman sejak Maret lalu. Koalisi Saudi juga turut mengerahkan pasukan militer dan persenjataan berat untuk membantu pasukan Yaman pendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang mengungsi ke Saudi.

Hal ini disampaikan setelah pemberontak Syiah Houthi pekan lalu menayangkan rekaman seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai seorang tentara yang disandera. Pria berseragam militer itu menyebut dirinya sebagai Sersan Ibrahim Hakmi dari sebuah brigade Saudi yang ditempatkan di wilayah perbatasan Jazan, Saudi.

Dalam tayangan di stasiun televisi Al-Masirah yang dikuasai Houthi itu, pria tersebut mengatakan dirinya disandera bersama beberapa tentara Saudi lainnya.

Menurut Assiri, menampilkan para tawanan di media merupakan pelanggaran Konvensi Jenewa.Β  .

Dikatakan Assiri, kedua tentara tersebut diculik Houthi di waktu terpisah, yakni saat mereka tersesat hingga akhirnya ditangkap pemberontak Houthi di perbatasan Yaman.

"Kami juga ada tiga tentara lainnya yang hilang saat bertugas. Sejauh ini kami tak punya bukti apakah mereka masih hidup atau tewas di suatu tempat di perbatasan," tutur Assiri.

Dikatakannya, koalisi Saudi juga telah menangkap beberapa pemberontak Houthi, namun "kami menghormati Konvensi Jenewa."

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads