Seperti dilansir AFP, Selasa (15/9/2015), video ISIS itu menampilkan seorang pria dengan seragam tahanan warna oranye dan ditutup matanya. Pria itu berlutut di depan jajaran pria bersenjata. Disebutkan bahwa video ini direkam di kota Benghazi, Libya.
Ketika salah satu pria bersenjata itu selesai membacakan vonis yang dijatuhkan kepada pria itu, salah satu pria bersenjata menembaknya di bagian kepala beberapa kali. "Kematian untuk spionase," teriak pria yang membacakan vonis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Muammar Khadafi lengser pada tahun 2011 lalu, Libya masih terus dilanda konflik. Kini, ada dua kubu pemerintahan yang berseteru dan sejumlah kelompok bersenjata berupaya mengambil kendali atas negara ini serta sumber minyak yang kaya.
Militan radikal ISIS yang merajalela di Suriah dan Irak memanfaatkan situasi ini untuk memperluas jaringannya.
Dua jurnalis asal Tunisia, Sofiene Churab dan Nadhir Ktari, dilaporkan menghilang di Libya sejak setahun lalu. Pada Januari lalu, ISIS mengklaim telah mengeksekusi mati keduanya. Namun baru-baru ini, Kementerian Luar Negeri Tunisia menyatakan ada bukti tak terbantahkan yang menunjukkan kedua jurnalis itu masih hidup. (nvc/nrl)











































