Thailand Juga Lacak Aliran Uang Tersangka Bom Bangkok

Thailand Juga Lacak Aliran Uang Tersangka Bom Bangkok

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 17:03 WIB
Thailand Juga Lacak Aliran Uang Tersangka Bom Bangkok
Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom
Bangkok - Berbagai cara dilakukan untuk melacak keberadaan tersangka bom Bangkok. Badan Anti-Pencucian Uang Thailand atau yang disebut Amlo ikut menyelidiki aliran uang para tersangka, untuk melacak mereka.

Disampaikan Menteri Kehakiman Thailand, Paiboon Koomchaya, seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Sabtu (5/9/2015), bahwa Amlo telah menyerahkan temuannya kepada kepolisian Thailand. Namun tidak dijelaskan lebih rinci soal temuan ini.

Ketua Amlo, Seehanat Prayoonrat hanya menyatakan pihaknya telah memeriksa pergerakan finansial seluruh tersangka bom Bangkok, baik yang telah ditahan maupun yang masih diburu polisi. Informasi ini akan membantu Amlo dalam mengidentifikasi asal uang yang digunakan para tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paiboon menambahkan, wewenang ada pada Amlo untuk membekukan maupun menyita aset-aset terkait tersangka bom Bangkok. Paiboon menyebut dirinya telah menginstruksikan Amlo dan juga Departemen Investigasi Khusus untuk memantau perkembangan penyelidikan kasus ini dan memberikan setiap informasi baru yang mereka dapat kepada polisi.

Sebelumnya, sumber pada Biro Investigasi Pusat (CIB) menyebut seluruh tersangka, baik yang telah ditahan maupun yang masih diburu, diyakini terkait sindikat penyelundup manusia, terutama warga Uighur dari China. Sumber ini meyakini sindikat penyelundup manusia menjadikan Thailand sebagai tempat transit para imigran gelap yang hendak diselundupkan ke Turki.

Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Somyot Poompunmuang juga mengindikasikan bahwa pihak-pihak yang dirugikan akibat operasi pemberantasan praktik penyelundupan manusia beberapa waktu lalu, mungkin terlibat dalam ledakan bom Bangkok. Sedangkan wakil juru bicara pemerintah Thailand, Werachon Sukondhapatipak melontarkan spekulasi bahwa pelaku pengeboman bisa jadi mendapat bantuan dana dari kartel penyelundup manusia.

"Penyelundup manusia jelas sangat tertarik dan beberapa pihak merasa dirugikan ketika kami memulangkan warga Uighur (ke China)," cetusnya, merujuk kebijakan otoritas Thailand memulangkan 109 warga Uighur ke China pada Juli lalu. (nvc/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads