"Sejujurnya menurut pendapat saya, negara Barat secara keseluruhan patut disalahkan atas isu ini," ucap Presiden Erdogan dalam wawancara dengan CNN, Sabtu (5/9/2015).
Yang dimaksud negara Barat ialah negara-negara Eropa dan juga AS. Erdogan bahkan menuding negara-negara Eropa telah mengubah Laut Mediterania menjadi 'kuburan'. "Itulah kenyataannya di lapangan. Karena negara-negara yang mengelilingi Laut Mediterania -- mereka tidak menginginkan orang-orang ini (imigran) tidak peduli apapun yang terjadi," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lakukan operasi gabungan dan memberikan orang-orang ini kesempatan untuk menyelamatkan hidup mereka," cetus Erdogan.
Sedangkan Presiden Putin, kepada kantor berita Rusia, TASS, menyebut kebijakan luar negeri dari negara-negara Barat di Timur Tengah dan juga Afrika Utara yang salah arah, menjadi akar dari krisis ini. Putin mengaku sudah memperingatkan negara Barat soal kebijakan mereka beberapa tahun lalu.
"Tentang apa sebenarnya kebijakan ini? Ini menerapkan standar tanpa mempertimbangkan secara spesifik, nilai-nilai sejarah, agama, nasional dan budaya dari wilayah-wilayah ini," tutur Putin kepada kantor berita TASS saat menghadiri Eastern Economic Forum di Vladivostok.
"Ini semua, pertama-tama, karena kebijakan dari mitra Amerika kita. Saya terkejut pada pemberitaan media massa Amerika sekarang yang mengkritik Eropa karena perlakuan kerasnya terhadap imigran. Eropa dibutakan dengan mengikuti instruksi AS," imbuhnya. (nvc/ndr)










































