Kantor jaksa Belanda telah memulai penyelidikan terhadap tentara berusia 26 tahun yang statusnya masih aktif ini, karena dikhawatirkan membahayakan militer negara tersebut. Disebutkan juga bahwa akses pria ini terhadap sistem dan informasi militer Belanda telah diputus.
Dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN dan AFP, Jumat (4/9/2015), Kementerian Pertahanan Belanda meyakini pria ini pergi ke Suriah baru-baru ini. Tidak disebut lebih lanjut identitas mantan tentara ini. "Kemungkinan terkait dengan ISIS," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus radikalisasi sudah meluas. Sungguh mengecewakan jika seseorang bergabung dengan kejahatan, sedangkan kolega mereka mempertaruhkan nyawa demi kebebasan yang lain," imbuhnya.
Ini merupakan pertama kalinya seorang tentara Belanda yang masih aktif, membelot dari korps dan bergabung dengan ISIS. Kasus-kasus sebelumnya banyak melibatkan mantan tentara Belanda. Diyakini sekitar 180 warga Belanda telah bergabung dengan ISIS maupun kelompok militan lainnya.
Belanda merupakan bagian dari koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat, yang melakukan serangan udara melawan ISIS di Suriah dan Irak. Pada akhir September 2014 lalu, otoritas Belanda menyatakan akan mengerahkan enam jet tempur F-16 dan juga 250 tentara untuk membantu koalisi tersebut. (nvc/ita)











































