Ada lima rangkaian kereta, satu di Inggris dan empat di Prancis, yang tidak bisa masuk ke terowongan English Channel pada Selasa (1/9) malam waktu setempat. Eurostar mengumumkan beberapa rangkaian keretanya terpaksa ditunda karena ada penyusup di jalur rel dekat stasiun Calais, Prancis.
Dalam pernyataannya melalui Twitter, seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2015), pihak Eurostar menyatakan tiga rangkaian kereta akhirnya diberangkatkan ke London pada Rabu (2/9) pagi. Sedangkan dua rangkaian kereta lainnya terpaksa kembali ke stasiun keberangkatan masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helikopter dikerahkan untuk mencari keberadaan para penyusup. Petugas keamanan pun menelusuri rel, namun tidak ada penyusup yang ditemukan. Sementara itu, para penumpang harus menunggu di dalam kereta berkecepatan tinggi yang gelap itu selama berjam-jam.
"Kami menunggu di ujung terowongan selama hampir 4 jam dan sekarang tidak ada aliran listrik dan kami dibiarkan dalam kegelapan," tutur salah satu penumpang, Geraldine Guyon.
Akhirnya kereta kembali ke stasiun Calais dan penumpang diperbolehkan keluar untuk menghirup udara segar. Namun saat ada penumpang yang hendak keluar dari stasiun untuk menyeberang English Channel dengan kapal feri, polisi melarangnya. Disebutkan polisi bahwa sesuai aturan imigrasi, para penumpang harus kembali ke Paris. Padahal pihak Eurostar menyatakan, kereta dengan nomor ES9055 itu tidak bisa digunakan untuk membawa penumpang kembali ke Paris.
"Kami ditelantarkan di peron di tengah cuaca dingin tanpa informasi apapun," protes salah satu penumpang melalui Twitter, Danny Bell. Atas insiden ini, pihak Eurostar telah menawarkan para penumpang untuk menukar tiket mereka. (nvc/ita)










































