Disampaikan juru bicara Palang Merah di Beijing, China, Hler Gudjonsson kepada Reuters, Rabu (26/8/2015), lebih dari 11 ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang digenangi banjir. Banjir ini melanda kota Rajin, dekat perbatasan Rusia dan China pada Sabtu (22/8) dan Minggu (23/8). Rajin merupakan ibukota Zona Ekonomi Khusus Rason di Provinsi Hamgyong Utara, Korut.
"Hujannya sungguh deras, dan cepat. Pada Sabtu (22/8) pagi, kota itu dilanda banjir. Mobil-mobil melaju melewati genangan air seperti kapal," tutur seorang sumber yang ada di lokasi banjir kepada Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sumber di lokasi menyebut, lahan pertanian di Korut juga ikut digenangi banjir. "Tanah benar-benar digenangi air. Sawah-sawah terlihat bagai danau berbentuk persegi," sebut sumber yang enggan disebut namanya.
Secara terpisah, media nasional Korut menyebut korban tewas akibat banjir mencapai 40 orang, tanpa dijelaskan lebih lanjut penyebab kematian mereka.
Sementara itu, situs berita China melaporkan, hujan deras ini membuat otoritas China mengevakuasi 484 turisnya yang sedang mengunjungi pameran perdagangan di Rajin. Disebutkan juga bahwa otoritas China mengerahkan truk, mesin-mesin pengangkat barang dan perlengkapan berat lainnya ke Rajin untuk membantu. (nvc/nvc)











































