Pejabat setempat di La Reunion, Dominique Sorain mengatakan, jika tak ada puing-puing pesawat yang ditemukan pada Senin, 17 Agustus mendatang, "kami akan pindah ke fase pengawasan yang ditingkatkan."
"Belum ada benda yang ditemukan di lautan yang berasal dari sebuah pesawat," tutur Sorain kepada para wartawan. Namun dikatakannya, sejumlah puing yang belum teridentifikasi memang telah ditemukan di daratan La Reunion, pulau di Samudera Hindia yang masuk ke dalam kedaulatan Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian di La Reunion akan dihentikan setelah berlangsung sekitar sepekan terakhir, sejak dimulai pada Jumat, 7 Agustus lalu. Dikatakan Sorain seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (15/8/2015), pencarian yang dilakukan telah mencakup areal seluas hampir 10 ribu kilometer persegi lautan. Menurut Sorain, kepolisian telah menghabiskan waktu sekitar 200 jam untuk mencari puing-puing.
Pulau kecil Reunion telah menjadi sorotan media global sejak bagian sayap yang dinamakan flaperon ditemukan di tepi pantai pulau tersebut bulan lalu. Pada 5 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan, para pakar telah memastikan bahwa puing flaperon sepanjang dua meter tersebut berasal dari pesawat MH370 yang hilang secara misterius pada 2014 lalu.
(Baca juga: Malaysia Pastikan Puing di Reunion Bagian dari Sayap Boeing 777)
Pesawat Boeing 777 itu hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada 8 Maret 2014. Pesawat yang mengangkut 239 orang itu diyakini jatuh ke Samudera Hindia. (ita/ita)











































