Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/8/2015), serangkaian serangan teror yang terjadi sepanjang Jumat (7/8) waktu setempat, ditargetkan terhadap kepolisian maupun militer Afghanistan serta instalasi milik NATO di Kabul.
Diawali dengan serangan bom truk yang memicu ledakan besar di area pemukiman warga sipil, dekat markas militer di Kabul. Sedikitnya 15 orang tewas dan 248 orang lainnya luka-luka akibat ledakan bom truk tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku mengenakan seragam polisi dan meledakkan bom di tengah siswa akademi yang baru kembali dari istirahat," tutur pejabat kepolisian setempat.
Serangan lain terjadi di pangkalan militer yang digunakan pasukan NATO yang masih bertugas di Afghanistan, ketika pria bersenjata menyerbu Camp Integrity, dekat bandara Kabul. Satu anggota misi Resolute Support NATO tewas dalam baku tembak.
"Satu anggota Resolute Support dan dua pelaku serangan tewas," ujar Direktur Urusan Publik pada misi Resolute Support NATO di Afghanistan, Kolonel Brian Tribus dalam pernyataannya. Tidak disebut asal kewarganegaraan tentara NATO yang tewas dalam serangan ini.
Serangkaian serangan ini melanda Afghanistan setelah pemimpin Taliban terdahulu, Mullah Mohammad Omar dilaporkan tewas dan pemimpin baru, yakni Mullah Akhtar Mansour ditunjuk menggantikannya. Terdapat perpecahan di dalam tubuh Taliban terkait penunjukan pemimpin baru tersebut.
(nvc/gah)











































