42 Orang Tewas Akibat Serangkaian Serangan Teror di Afghanistan

42 Orang Tewas Akibat Serangkaian Serangan Teror di Afghanistan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2015 16:29 WIB
42 Orang Tewas Akibat Serangkaian Serangan Teror di Afghanistan
Foto: REUTERS/Ahmad Masood
Kabul - Serangkaian serangan teror yang melanda Afghanistan menewaskan sedikitnya 42 orang. Mulai dari bom truk hingga serangan bom bunuh diri terhadap akademi polisi setempat memicu banyak korban.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/8/2015), serangkaian serangan teror yang terjadi sepanjang Jumat (7/8) waktu setempat, ditargetkan terhadap kepolisian maupun militer Afghanistan serta instalasi milik NATO di Kabul.

Diawali dengan serangan bom truk yang memicu ledakan besar di area pemukiman warga sipil, dekat markas militer di Kabul. Sedikitnya 15 orang tewas dan 248 orang lainnya luka-luka akibat ledakan bom truk tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selang beberapa jam kemudian, serangan bom bunuh diri melanda sebuah akademi kepolisian di Kabul. Ledakan ini menewaskan 26 orang dan melukai 28 orang lainnya. Kelompok militan Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri.

"Pelaku mengenakan seragam polisi dan meledakkan bom di tengah siswa akademi yang baru kembali dari istirahat," tutur pejabat kepolisian setempat.

Serangan lain terjadi di pangkalan militer yang digunakan pasukan NATO yang masih bertugas di Afghanistan, ketika pria bersenjata menyerbu Camp Integrity, dekat bandara Kabul. Satu anggota misi Resolute Support NATO tewas dalam baku tembak.

"Satu anggota Resolute Support dan dua pelaku serangan tewas," ujar Direktur Urusan Publik pada misi Resolute Support NATO di Afghanistan, Kolonel Brian Tribus dalam pernyataannya. Tidak disebut asal kewarganegaraan tentara NATO yang tewas dalam serangan ini.

Serangkaian serangan ini melanda Afghanistan setelah pemimpin Taliban terdahulu, Mullah Mohammad Omar dilaporkan tewas dan pemimpin baru, yakni Mullah Akhtar Mansour ditunjuk menggantikannya. Terdapat perpecahan di dalam tubuh Taliban terkait penunjukan pemimpin baru tersebut.

(nvc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads